Viral Video Camat di Tana Toraja Ancam Penolak Proyek Geothermal Tak Dapat Bansos, Aktivis: Intimidasi Rakyat!

harianfajar
16 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TANA TORAJA – Video Camat Bittuang, Abigael Misalayuk, mendadak viral di media sosial. Ia mengancam penolak proyek geothermal di Tana Toraja, Sulsel, tidak akan dapat bantuan sosial (bansos).

Rekaman video tersebut memperlihatkan Abigael Misalayuk tengah berbicara di depan warga dalam sebuah acara Rambu Solo. Dalam ucapannya, ia mengaitkan aksi demonstrasi masyarakat terhadap proyek geothermal dengan kebijakan distribusi bantuan sosial.

Ia menegaskan bahwa sikap melawan pemerintah daerah dapat memengaruhi proses pencairan dana bantuan di wilayah Bittuang. Pernyataan ini sontak memicu kecaman keras dari berbagai pihak yang hadir maupun warganet.

Abigael bahkan secara terang-terangan menyebut daftar penerima PKH atau bansos bisa terancam jika warga tidak patuh.

Kritik Keras dari Ketua GMKI

Ketua GMKI Cabang Tana Toraja, Nopen Kessu, menilai narasi camat tersebut sebagai bentuk penyesatan berpikir. Menurut Nopen, penyaluran program PKH dan BPNT tidak bisa dihapus hanya karena perbedaan aspirasi politik warga.

Ia menyayangkan seorang pejabat publik mengeluarkan ancaman yang mencederai hak dasar masyarakat dalam bersuara. Bagi Nopen, sikap tersebut menunjukkan rendahnya pemahaman camat terhadap aturan main bantuan sosial yang sah.

Nopen menegaskan bahwa aksi warga menyelamatkan daerahnya adalah hak konstitusional yang harus dihormati pemerintah.

Kecaman Aktivis terhadap Intimidasi ASN

Aktivis sosial asal Toraja, Yulianus, turut menyoroti tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum ASN tersebut. Yulianus menegaskan bahwa bansos merupakan hak rakyat yang dibiayai melalui pajak, bukan uang pribadi pejabat.

Ia meminta camat untuk tidak melakukan upaya penekanan mental kepada masyarakat melalui ancaman bantuan. Menurutnya, posisi camat seharusnya menjadi pengayom bagi warga, bukan justru menjadi sumber intimidasi di lapangan. Ancaman seperti ini dinilai sangat tidak etis dan mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Menanti Tanggapan Resmi Pihak Terkait

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Kecamatan Bittuang terkait beredarnya video tersebut. Pernyataan Abigael Misalayuk yang menyebut adanya dasar hukum untuk menghapus bantuan warga masih menuai polemik.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan teguran tegas atas sikap intimidatif yang dilakukan sang camat. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh ASN agar tetap menjaga netralitas dan etika komunikasi.

Publik kini menunggu langkah konkret dari pemerintah kabupaten dalam menyikapi dugaan ancaman terhadap hak sosial warga. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motif Batik Dianggap Terlalu Jawasentris, Kelme Ungkap Alasan Jersey Tandang Timnas Indonesia Pakai Corak Khas Tanah Air Itu
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Antisipasi Dampak Perang, Pemerintah Malaysia Kaji Penerapan WFH untuk ASN
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
PT Federal International Finance Catatkan Laba Bersih 2025 Sebesar Rp 4,63 Triliun
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Berkah Jelang Lebaran, Pengrajin Parsel di Cirebon Kebanjiran Pesanan
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
BRI Super League: Persib Tandang ke Markas Borneo FC, Frans Putros Bidik Poin
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.