Negara-Negara Teluk Mencegat Rudal dan Drone Iran

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ke-12 pada Rabu (11/3/2026).  Pada 10 Maret, Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan bahwa hari itu merupakan “hari dengan serangan udara paling intens” dalam perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Juru bicara Gedung Putih Karolina Leavitt mengatakan bahwa tuntutan Presiden Donald Trump mengenai “penyerahan tanpa syarat” berarti Iran harus kehilangan kemampuan untuk mengancam Amerika Serikat dan sekutunya.

Iran Terus Menyerang Negara-Negara Teluk, Rudal dan Drone Dicegat

Menurut laporan Al Jazeera, negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) terus menjadi sasaran serangan Iran, namun banyak rudal dan drone berhasil dicegat.

Saudi Sudah Mengantisipasi? Pipa Minyak Cadangan Jika Selat Ditutup

Akun X The Battlefield melaporkan bahwa 45 tahun lalu Arab Saudi membangun pipa minyak sepanjang 1.200 km yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Merah, sebagai langkah antisipasi jika Selat Hormuz diblokir.

Militer Israel Hancurkan Markas Polisi Iran

Pada 11 Maret, akun X The Battlefield merilis video yang menunjukkan Angkatan Udara Israel menghancurkan markas polisi Iran di kota Borujerd, provinsi Lorestan.

Militer AS: Beberapa Kapal Angkatan Laut Iran Ditenggelamkan

United States Central Command juga mengumumkan melalui akun resmi X bahwa pada 10 Maret, militer AS menenggelamkan beberapa kapal angkatan laut Iran di dekat Selat Hormuz, termasuk 16 kapal penebar ranjau laut.

Militer AS juga menyatakan bahwa dalam operasi yang disebut “Operation Epic Fury”, ratusan pesawat tempur terus melancarkan serangan yang menghancurkan terhadap rezim Iran.

Israel Umumkan Target Serangan di Pusat Komando Iran

Pada 10 Maret, Israel Defense Forces mengumumkan serangan terhadap fasilitas militer Iran di Teheran dan Tabriz. Target serangan meliputi:

Israel: Komandan Senior Hezbollah Tewas

Israel Defense Forces juga mengumumkan bahwa Hassan Salameh, komandan unit “Nasser” dari Hezbollah, telah tewas.

Salameh tewas pada 8 Maret malam dalam serangan udara presisi oleh Angkatan Udara Israel di wilayah Jwaya. Ia diketahui memegang beberapa posisi penting dalam organisasi Hezbollah.

Pada 11 Maret 2026, Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal terhadap kota pesisir Israel Netanya, dengan jejak roket terlihat di langit Israel.

Pada hari yang sama, tim sepak bola wanita Iran tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur setelah mengikuti AFC Women’s Asian Cup 2026 di Australia. Sebelumnya, setidaknya lima pemain tim tersebut mengajukan suaka politik di Australia pada 10 Maret, karena di dalam negeri mereka dituduh sebagai “pengkhianat” setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan. (hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Slekoran di Lhokseumawe: Menyusuri Ramadan di Bumi Warisan Samudra Pasai
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Usai Taman Bendera Pusaka, Pramono Akan Resmikan 25 RTH Baru di Jakarta
• 10 jam laludetik.com
thumb
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Jadi Tersangka Pemerasan THR Lebaran
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Ketika Beckham Putra Merasa Jengkel karena Banyak yang Tak Percaya Namanya Identik dengan Legenda MU
• 11 jam lalubola.com
thumb
Anies dan Novel Baswerdan Jenguk Andrie KontraS, Ungkap Kondisi Terkini
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.