Banjir Berulang Sejak Awal Tahun, Warga: Kalau Begini Terus, Bisa Batal Mudik

kompas.com
6 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA,KOMPAS.com - Banjir yang merendam sejumlah kawasan permukiman di Jakarta membuat warga mulai mempertimbangkan ulang rencana mudik Lebaran tahun ini.

Dul (51), salah seorang warga Pulo Raya, Petogogan, Jakarta Selatan, mengatakan banjir sudah beberapa kali terjadi sepanjang tahun ini.

Kondisi tersebut membuatnya harus mempertimbangkan kembali rencana pulang kampung bersama keluarga.

“Kalau sekarang sih lebih lihat ke gimana nanti aja cuacanya,” ujar Dul saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Pramono: Banjir Jakarta Tak Bisa Hilang, Air Laut Juga Lebih Tinggi dari Daratan

Biasanya, ia selalu mudik saat Lebaran bersama keluarga ke kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah.

Namun, situasi banjir membuat rencana tersebut kini belum bisa dipastikan.

Banjir yang datang berulang akibat hujan deras membuatnya khawatir meninggalkan rumah.

“Kalau istilahnya membaik ya mudik, tapi kalau enggak ya dibatalkan. Kalau kayak gini terus cuacanya kemungkinan batal,” ujar dia.

Hal serupa juga dirasakan warga lain bernama Ojo (48). Ia masih ragu untuk mudik karena khawatir kondisi banjir kembali terjadi saat dirinya meninggalkan rumah.

“Ya (mau) mudik nanggung sih ya bingung jadinya, soalnya di sini gimana khawatir susulan. Yang namanya alam kan enggak bisa diprediksi,” kata Ojo.

Ia bahkan cenderung memilih membatalkan rencana mudik demi berjaga-jaga jika banjir kembali datang.

Baca juga: Banjir Meluas di Jakarta, Kini 75 RT dan 19 Jalan Terendam

“Kayaknya memang enggak sih kemungkinan (batal), jaga-jaga. Takutnya kepikiran juga kalau dipaksakan mudik kan,” ujar dia.

Padahal, Ojo setiap tahun selalu pulang ke kampung halamannya di Majalengka, Jawa Barat saat Lebaran.

Meski demikian, ia tidak terlalu kecewa jika tahun ini harus mengurungkan niat pulang kampung.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Karena kan di sini kita juga harus waspada, sementara di daerah (kampung halaman) menunggu tapi ya gimana,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNI Kenalkan Fitur Growth di wondr by BNI untuk Bantu Perencanaan Keuangan saat Ramadan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Pejalan Kaki di Trotoar
• 40 menit lalurealita.co
thumb
Tak Hanya di Cilacap, KPK Duga Ada Kepala Daerah Lain Beri THR Buat TNI-Polri dan Jaksa
• 30 menit laluviva.co.id
thumb
KDM Beri Rp1,4 Juta ke Tukang Becak-Sopir Angkot Agar Tak Bikin Macet saat Arus Mudik
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Daniil Medvedev Hentikan Rekor Alcaraz, Tantang Jannik Sinner di Final Indian Wells
• 2 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.