Dirjen Nunuk: Guru Harus Sejahtera dan Meningkatkan Kompetensinya

jpnn.com
41 menit lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan kesejahteraan, kepastian karier, dan kompetensi guru mendapat apresiasi dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani menerima Special Award Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 sebagai Tokoh Penggerak Transformasi Guru Indonesia di Jakarta, Jumat (6/11).

BACA JUGA: Mendikdasmen Pastikan Guru di Dapodik Tidak Dipecat, Dirjen Nunuk Sebut Angka

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi IGI terhadap kepemimpinan Dirjen Nunuk yang dinilai membawa dampak nyata bagi guru melalui berbagai upaya pembenahan tata kelola guru.

Adapun di antaranya optimalisasi seleksi dan pengangkatan guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK), transformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan perlindungan hukum bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

BACA JUGA: Ternyata Awal 2027 Baru PPPK Paruh Waktu yang Jadi ASN Pusat, Simak Penjelasan Dirjen Nunuk

Ketua Umum IGI Danang Hidayatullah menyampaikan penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kebijakan, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kebutuhan guru di berbagai daerah.

Menurutnya, kepemimpinan di bidang pendidikan perlu diwujudkan melalui kehadiran langsung, kemauan mendengar aspirasi guru, serta kebijakan yang memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pendidikan.

BACA JUGA: Info Terbaru Dirjen Nunuk soal Alih Status PPPK Paruh Waktu & PPPK, Afirmasi Usia?

Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarelemen pendidikan.

IGI memandang organisasi profesi guru dan pemerintah memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan masa depan guru Indonesia.

Menanggapi penghargaan tersebut, Dirjen Nunuk menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan IGI.

Dia menegaskan penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam transformasi tata kelola guru.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi. Apa yang kami lakukan adalah tanggung jawab tugas, yaitu membuat terobosan agar guru sejahtera, sehingga setelah itu guru dapat meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.

Dirjen Nunuk menjelaskan bahwa sejak 2020, Ditjen GTK terus melakukan berbagai pembenahan untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan, kesejahteraan, dan peningkatan kualitas guru.

Dua kebijakan utama yang ditempuh adalah mempercepat pelaksanaan PPG agar guru memperoleh sertifikat pendidik serta memberikan kepastian masa kerja melalui pengangkatan guru menjadi ASN PPPK.

Upaya tersebut juga dilengkapi dengan penguatan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.

Hasil dari berbagai upaya tersebut terlihat dari peningkatan jumlah guru yang telah tersertifikasi.

Dalam kurun 2020–2025, persentase guru tersertifikasi meningkat hingga kurang lebih mencapai 92 persen atau lebih dari 2,7 juta guru.

Selain itu, sekitar 1,1 juta guru non-ASN telah diangkat menjadi guru ASN PPPK.

Menurut Dirjen Nunuk, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja kolektif, keberanian mengambil langkah, serta dukungan berbagai pihak.

Dia menilai bahwa perubahan tidak harus menunggu seluruh kondisi sempurna untuk mulai memberikan manfaat.

“Semangat kami adalah tidak perlu menunggu sampai sempurna untuk bisa berhasil. Karena kalau kami menunggu sampai sempurna, waktunya tidak akan selesai,” ungkap Dirjen Nunuk dalam pesannya yang disampaikan pada Jumat (6/11).

Dia mengapresiasi IGI yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru.

Melalui semangat sharing and growing together atau berbagi dan tumbuh bersama, IGI telah mendorong guru untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, serta berbagi praktik baik secara mandiri.

“Kemendikdasmen tidak bisa menyelesaikan semua sendiri. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kerja sama IGI,” katanya.

Dirjen Nunuk menegaskan bahwa penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru masih terus berlanjut.

Berbagai tantangan, termasuk kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah dan pemenuhan kebutuhan guru, membutuhkan perhatian serta kolaborasi yang berkelanjutan.

Dia berharap kemitraan antara pemerintah dan organisasi profesi guru dapat terus berkembang, termasuk melalui ruang dialog yang terbuka dan saling memberikan masukan demi perbaikan kebijakan.

“Penghargaan ini saya terima sebagai penyemangat untuk terus bekerja, memperkuat kolaborasi, dan memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat memberikan manfaat,” ujar Dirjen Nunuk. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dirjen Nunuk Minta Guru & Tendik Untuk Tetap Siaga


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI Temukan Black Box MI-17 yang Jatuh Saat Misi Pemadaman Karhutla di Seruyan
• 1 jam lalu
0
thumb
Said Didu Sebut Gibran Tidak Disadap, Sorot Keberpihakan Pelaku Penyadapan
• 11 jam lalu
0
thumb
Jubun Soroti Ancaman Keamanan Negara dalam Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
• 8 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yong Kirim Pesan Tegas ke The Jakmania dan Bonek
• 15 jam lalu
0
thumb
Terseret Isu Penyadapan Listyo Sigit Cs, Bahlil Bilang Abuleke Ini
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.