Wamen HAM Dukung DPR Percepat Pembahasan RUU Penyadapan, Ini Alasannya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto mendukung Komisi III DPR RI mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyadapan. Menurutnya, aturan tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah penyalahgunaan wewenang, seperti dalam kasus LSP.

Ia menyoroti belum adanya undang-undang yang secara komprehensif mengatur penyadapan di Indonesia. Selama ini, ketentuan mengenai penyadapan masih tersebar dalam berbagai undang-undang sektoral dan belum memiliki standar pengawasan yang terpadu.

Baca Juga :
Usai 4 Jenderal Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Kompolnas: Motif Seharusnya Sudah Bisa Dinilai
Erick Thohir Buka Suara Disebut Masuk Daftar Korban Penyadapan

"Undang-undang tersebut penting untuk memastikan kewenangan penyadapan dijalankan berdasarkan prinsip legalitas, kebutuhan, proporsionalitas, pengawasan independen, dan akuntabilitas," kata Mugiyanto dalam keterangannya dikutip Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, UU Penyadapan juga diperlukan untuk menyediakan mekanisme pengaduan dan pemulihan yang efektif bagi warga negara yang menjadi korban penyalahgunaan kewenangan.

Tanpa aturan hukum yang jelas, praktik penyadapan tanpa dasar yang sah dapat mengancam hak atas privasi dan kebebasan berkomunikasi. Bahkan, praktik tersebut berpotensi menimbulkan intimidasi terhadap masyarakat.

Selain mendorong percepatan pembahasan RUU Penyadapan, Mugiyanto meminta kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden diusut hingga tuntas secara independen dan transparan.

"Perlindungan HAM menjadi bagian dari cara negara menjalankan kewenangannya, termasuk dalam penegakan hukum dan menjaga keamanan. Kewenangan negara untuk melindungi masyarakat tidak boleh berubah menjadi instrumen yang
mengancam hak-hak masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Mugiyanto mengecam keras praktik penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai melanggar hak konstitusional atas privasi dan kebebasan berkomunikasi.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Dukungan tersebut dinilai krusial di tengah upaya pembenahan tata kelola perekonomian nasional yang berlandaskan Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.

Mugiyanto menegaskan perjuangan Presiden untuk mensejahterakan masyarakat tidak semestinya dipertentangkan dengan kepentingan rakyat itu sendiri.

Ia meminta agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan kewenangan atau merusak upaya pemerintah dari dalam.

"Ketika Presiden Prabowo sedang berjuang keras mewujudkan kesejahteraan rakyat, sudah sepatutnya semua pihak memberikan dukungan, bukan justru menikam dari belakang. Kita harus memastikan kewenangan negara digunakan untuk melindungi kepentingan rakyat, bukan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," ucapnya. (ANT)

Baca Juga :
Komisi III DPR: Kasus Penyadapan Ilegal Hapus Seluruh Prestasi LSP
Isu Ketum Partai Terlibat Penyadapan Prabowo, Bahlil Merasa Disudutkan: Asli Abuleke Ini!
Bahlil Akui Takut Disadap, Kelakuan Siang Malam Bisa Terbongkar Semua: Tak Hanya Presiden, Saya pun Disadap

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
UMI Hadirkan SIBAS Mobile, Digitalisasi Bank Sampah di Ballaparang, Kota Makassar
• 12 jam lalu
0
thumb
Bahlil Dukung Aparat Usut Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
• 12 jam lalu
0
thumb
Warga antusias saksikan kirab pengantin Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran
• 4 jam lalu
0
thumb
Bukan Cuma soal Tarif, Regulasi Ojol Dikhawatirkan Berdampak ke Pendapatan Driver dan UMKM
• 3 jam lalu
0
thumb
Wajo Koleksi 13 Medali, Cabor Binaraga, Barongsai, dan Petanque Sumbang 3 Emas
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.