Ungkapan Emosional Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic Usai 9 Pasukannya Imbangi Borneo FC: Seperti Perang, Saya Bangga!

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SAMARINDA — Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic melontarkan pujian emosional kepada anak asuhnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Borneo FC pada pekan kesembilan Super League 2026/2027, Sabtu (7/11/2026).

Darije mengaku bangga dengan perjuangan para pemain yang tetap menunjukkan semangat pantang menyerah meski harus menyelesaikan pertandingan dengan hanya sembilan orang.

Bagi pelatih berusia 57 tahun itu, hasil imbang di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, bukan sekadar tambahan satu poin. Ada perjuangan besar yang ditunjukkan Pasukan Ramang ketika menghadapi tekanan tuan rumah dalam kondisi kekurangan pemain.

PSM harus kehilangan dua pemain setelah Mufli Hidayat dan Stefan Jevtoski diganjar kartu merah oleh wasit M Erfan Effendi.

Mufli lebih dahulu diusir dari lapangan pada menit ke-66. Pemain asal Bone tersebut mendapat kartu merah setelah menanduk Hugo Samir.

Wasit sempat meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) sebelum memastikan keputusan kartu merah untuk Mufli.

Dalam kondisi bermain dengan 10 orang, PSM sebenarnya masih mampu memberikan perlawanan dan tidak membiarkan tuan rumah leluasa menekan pertahanan mereka.

Namun, situasi semakin sulit setelah Stefan Jevtoski juga harus meninggalkan lapangan.

Awalnya, pemain asal Makedonia Utara itu hanya menerima kartu kuning. Akan tetapi, setelah meninjau VAR, Erfan Effendi mengubah keputusannya menjadi kartu merah.

Jevt oski diusir setelah menanduk bek Borneo FC, Iago Mendonca. Insiden itu terjadi ketika ia tersulut emosi usai terjatuh dalam perebutan bola.

Kehilangan dua pemain membuat perjuangan PSM semakin berat. Meski demikian, sembilan pemain yang tersisa mampu menjaga kedudukan 1-1 hingga pertandingan berakhir.

PSM pun pulang dari Samarinda dengan membawa satu poin. Hasil tersebut membuat Juku Eja mengoleksi 10 poin di klasemen sementara.

Darije secara khusus menyoroti mentalitas pemainnya setelah kartu merah kedua diberikan.

Ia menggambarkan situasi di lapangan berubah menjadi pertarungan yang sangat berat. Namun, para pemain tetap menunjukkan kemauan untuk berjuang sampai pertandingan selesai.

“Bahkan setelah kartu merah kedua, situasi di lapangan benar-benar seperti sebuah peperangan,” ujarnya dalam konferensi pers seusai pertandingan, Sabtu (7/11/2026).

“Kita harus berjuang dengan sembilan pemain dan saya bisa bilang bahwa pemain menunjukkan kemauan luar biasa untuk berjuang, semangat juang Ewako yang luar biasa,” tambahnya.

Kebanggaan Darije bukan tanpa alasan. Ia melihat para pemain mengerahkan seluruh kemampuan dan mempertaruhkan segalanya di lapangan demi klub, suporter, serta diri mereka sendiri.

“Saya bangga dengan cara para pemain menghadapi pertandingan hari ini dan performa yang mereka tunjukkan sepanjang 90 menit penuh,” katanya.

Di balik pujian terhadap daya juang tim, Darije juga menilai PSM sebenarnya tampil lebih baik dari tuan rumah dalam sejumlah aspek permainan.

Ia mengklaim anak asuhnya mampu mengendalikan pertandingan, menetralisir kekuatan Borneo FC, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang.

“Kami mengendalikan jalannya pertandingan dan berkat kendali tersebut, kami menjadi tim yang lebih berbahaya dengan menciptakan jauh lebih banyak peluang,” tuturnya.

Darije bahkan menilai Borneo FC tidak banyak memberikan ancaman sepanjang babak pertama.

Karena itu, gol tuan rumah dianggapnya sebagai sesuatu yang mengejutkan. Apalagi, menurutnya, PSM justru sedang berada dalam momentum untuk mencetak gol lebih dahulu.

Namun, Juku Eja mampu bangkit setelah turun minum.

Para pemain kembali dari ruang ganti dengan motivasi lebih besar dan meningkatkan tekanan ke pertahanan Borneo FC.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan gol penyeimbang 1-1. Darije menilai gol itu memang pantas didapatkan PSM setelah melihat permainan yang ditunjukkan timnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap proses terciptanya gol yang dinilai lahir dari permainan kolektif, bukan sekadar mengandalkan umpan panjang.

“Menurut saya, kami memang layak mendapatkan gol penyeimbang tersebut. Kami mencetaknya melalui aksi permainan sepak bola yang luar biasa, bukan sekadar bola jauh dari jarak 60 meter, melainkan melalui permainan sepak bola yang sesungguhnya,” tuturnya.

Bagi Darije, sembilan pemain PSM telah memberikan bukti bahwa semangat juang dan kebersamaan bisa menjadi kekuatan ketika tim berada dalam situasi paling sulit.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kubu Roy Minta Uji Ulang Ijazah, Eks Kabareskrim Ito Sumardi Respons Begini | SAPA MALAM
• 2 jam lalu
0
thumb
Pengakuan Dugaan Kekerasan Seksual oleh Pelatih Lari, Korban Mengaku Bungkam 7 Tahun
• 9 jam lalu
0
thumb
Persib Bisa Panen Cuan dari ACL Two, Angkanya Bikin Melongo! Liga Indonesia Ketiban Durian Runtuh
• 5 menit lalu
0
thumb
Veda Ega Dapat Hukuman Mundur Enam Posisi Start di Moto3 Qatar, Apa Penyebabnya?
• 18 jam lalu
0
thumb
265 Sekolah Rakyat Hadir, 45 Ribu Anak Kembali Raih Mimpi Pendidikan Layak
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.