Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menghubungi 12 menteri luar negeri dalam 48 jam terakhir untuk membahas perkembangan dan situasi keamanan di kawasan.
Melalui unggahan di media sosial Instagram, Sabtu, Araghchi mengatakan dirinya menyampaikan posisi mendasar Teheran serta membahas pentingnya menghormati kedaulatan negara dan mengakhiri agresi serta ancaman.
Ia juga menyerukan agar negara-negara menghindari campur tangan asing yang merugikan dan mencegah meluasnya ketidakamanan di kawasan.
Araghchi turut mengusulkan pembentukan pengaturan keamanan regional tanpa keterlibatan kekuatan dari luar kawasan.
Kontak tersebut dilakukan secara terpisah dengan para menteri luar negeri Turki, Pakistan, Qatar, Oman, Mesir, Yordania, Siprus Selatan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Tunisia, dan Irak.
Komunikasi itu berlangsung di tengah upaya diplomatik regional untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran serta mencegah kembali pecahnya konfrontasi militer.
Washington menuntut konsesi Iran terkait program nuklir sebagai syarat dimulainya kembali perundingan. Sementara itu, Teheran meminta pencabutan sanksi AS, pembebasan dana Iran yang dibekukan, serta izin untuk mengekspor minyak.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, sebelum gencatan senjata tercapai pada April.
Konfrontasi militer antara Washington dan Teheran kembali berlangsung pada Juli di tengah mandeknya upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian yang lebih luas.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS-Iran bahas peluang gencatan senjata dan negosiasi nuklir
Baca juga: AS tawarkan 20 juta dolar bagi yang beri informasi program nuklir Iran
Melalui unggahan di media sosial Instagram, Sabtu, Araghchi mengatakan dirinya menyampaikan posisi mendasar Teheran serta membahas pentingnya menghormati kedaulatan negara dan mengakhiri agresi serta ancaman.
Ia juga menyerukan agar negara-negara menghindari campur tangan asing yang merugikan dan mencegah meluasnya ketidakamanan di kawasan.
Araghchi turut mengusulkan pembentukan pengaturan keamanan regional tanpa keterlibatan kekuatan dari luar kawasan.
Kontak tersebut dilakukan secara terpisah dengan para menteri luar negeri Turki, Pakistan, Qatar, Oman, Mesir, Yordania, Siprus Selatan, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Tunisia, dan Irak.
Komunikasi itu berlangsung di tengah upaya diplomatik regional untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran serta mencegah kembali pecahnya konfrontasi militer.
Washington menuntut konsesi Iran terkait program nuklir sebagai syarat dimulainya kembali perundingan. Sementara itu, Teheran meminta pencabutan sanksi AS, pembebasan dana Iran yang dibekukan, serta izin untuk mengekspor minyak.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, sebelum gencatan senjata tercapai pada April.
Konfrontasi militer antara Washington dan Teheran kembali berlangsung pada Juli di tengah mandeknya upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian yang lebih luas.
Sumber: Anadolu
Baca juga: AS-Iran bahas peluang gencatan senjata dan negosiasi nuklir
Baca juga: AS tawarkan 20 juta dolar bagi yang beri informasi program nuklir Iran






Komentar (0)