Frans Seda, Tokoh Asal NTT, Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membenarkan bahwa Franciscus Xaverius Seda atau yang akrab disapa Frans Seda (1926-2009) akan dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 10 November 2026. Tokoh asal Pulau Flores, NTT, itu dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa.

Berdasarkan surat Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial Salahuddin yang diperoleh Kompas, Sabtu (7/11/2026), upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional akan berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto akan memimpin langsung upacara tersebut.

Dalam surat yang ditujukan kepada Dinas Sosial Pemprov NTT itu, Salahuddin menyampaikan bahwa kepastian penganugerahan didasarkan pada surat Sekretaris Militer Presiden Kementerian Sekretariat Negara tertanggal 5 November 2026.

”Presiden akan menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Drs Franciscus Xaverius Seda,” tulis Salahuddin.

Salahuddin juga meminta Dinas Sosial Pemprov NTT menyampaikan data salah satu ahli waris beserta pendampingnya untuk hadir dalam upacara penganugerahan tersebut. Upacara digelar pada 10 November bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Dalam siaran pers, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keputusan pemerintah pusat tersebut. Menurut dia, penganugerahan itu merupakan bentuk penghormatan negara atas pengabdian, perjuangan, dan karya besar Frans Seda bagi bangsa dan negara.

”Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat yang telah menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada putra terbaik NTT, almarhum Frans Seda,” kata Melki, sapaan akrab Melkiades.

Menurut Melki, Frans Seda merupakan tokoh bangsa dengan rekam jejak pengabdian yang panjang. Ia berkarya dan mengambil peran penting dalam perjalanan Indonesia sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno hingga Presiden Soeharto, serta tetap memberikan kontribusi dan pemikiran bagi bangsa pada masa pemerintahan berikutnya.

Melki mengatakan, penganugerahan itu juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat NTT karena menambah daftar putra-putri terbaik daerah yang diakui negara atas jasa dan pengabdiannya. Sebelumnya, NTT telah memiliki sejumlah tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, yakni IH Doko, WZ Johannes, dan Herman Johannes.

Ia berharap penghargaan negara tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga mendorong masyarakat NTT untuk terus melahirkan generasi yang memiliki semangat pengabdian, integritas, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Dalam catatan Kompas, pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Frans Seda telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Salah satu rangkaiannya ialah seminar nasional bertema ”Jejak Langkah Frans Seda: Perjuangan dan Pengabdian untuk Tuhan dan Tanah Air” di kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira), Kupang, Kamis (24/11/2022).

Serial Artikel

Frans Seda, Pengabdian dan Hati Nurani

Pameran 100 tahun Frans Seda bertajuk ”Untuk Tuhan dan Tanah Air” menampilkan jejak pengabdiannya melalui arsip Kompas dan tenun Flores.

Baca Artikel

Sejumlah jabatan publik pernah diemban Frans Seda. Ia pernah menjabat Menteri Perkebunan (1964-1966), Menteri Pertanian (1966), Menteri Keuangan (1966-1968), serta Menteri Perhubungan dan Pariwisata (1968-1973).

Selain itu, Frans Seda pernah menjadi Duta Besar RI untuk Belgia dan Luksemburg sekaligus Kepala Perwakilan RI pada Masyarakat Ekonomi Eropa di Brussels pada 1973-1976, serta anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 1976-1978.

Kala itu, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan, pihaknya akan segera bersurat kepada pemerintah pusat agar mempertimbangkan usulan penetapan Frans Seda sebagai pahlawan nasional. Pengajuan tersebut merupakan usulan kedua setelah sebelumnya pernah diajukan pada 2012. Seminar nasional yang digelar saat itu menjadi bagian dari rangkaian proses pengusulan.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara. Setelah pengantar oleh Rektor Unwira Pater Philipus Tule SVD, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dan tanya jawab bersama narasumber yang hadir secara daring dan luring.

Pemimpin Redaksi Kompas Sutta Dharmasaputra, Staf Ahli Kementerian Perhubungan Bidang Konektivitas dan Keselamatan Maria Kristi Endah, serta putri Frans Seda, Francisia Saveria Sika Seda, hadir secara daring.

Sementara itu, pembicara yang hadir di lokasi seminar ialah pengajar Program Pascasarjana Universitas Kristen Artha Wacana Pendeta Ira Desiawanti Mangililo, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia NTT Kiai Haji Jamaluddin Ahmad, dosen Universitas Nusa Cendana Alo Liliweri, serta Director Institute of Resource Governance and Social Change Dominggus Elcid Li. Diskusi dipandu Wakil Redaktur Pelaksana Kompas Haryo Damardono.

Mewakili keluarga, Francisia Saveria menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam proses pengusulan tersebut. Ia berharap sosok Frans Seda tidak dikultuskan secara individu, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Frans Seda, yang berasal dari sebuah kampung di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, kemudian tumbuh menjadi salah satu tokoh berpengaruh dalam perjalanan Indonesia.

Serial Artikel

Frans Seda dan Kepemimpinan Nasional di Masa Susah

Kepemimpinan nasional berintegritas dan andal telah membawa Indonesia melintasi berbagai situasi ekonomi sulit. Frans Seda menjadi salah satu bagian di dalamnya.

Baca Artikel


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KSPSI Copot Listyo Sigit dari Dewan Penasihat
• 23 jam lalu
0
thumb
Sean Gelael dan WRT #32 Tampil Kompetitif di Sesi Latihan Bebas
• 7 jam lalu
0
thumb
Pelatih Red Sparks Unggulkan Park Hye-min di Liga Voli Korea
• 14 jam lalu
0
thumb
Bongkar Mafia Haji dan Umrah, Kemenhaj Siapkan Aplikasi Sistem Informasi Pengaduan
• 7 jam lalu
0
thumb
Protes Pusat Data Microsoft di Belanda Berujung Bentrokan dengan Polisi | SAPA PAGI
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.