Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyadapan terhadap Presiden, sejumlah pejabat negara, dan tokoh politik secara terbuka dan transparan. Ia juga membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan praktik penyadapan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2026–2031 di Ambon, Maluku.
"Kita Partai Golkar mendukung secara penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan. Kita mendukung penuh diusut tuntas dan dilakukan secara transparan," tegas Bahlil di hadapan kader Golkar, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Sabtu, 7 November 2026.
Bahlil mengaku dirinya juga menjadi salah satu pihak yang terdampak dugaan penyadapan tersebut. Ia menegaskan tidak terlibat sebagai pelaku dalam praktik yang tengah menjadi sorotan.
"Tidak hanya kepala negara yang disadap, saya pun disadap soalnya. Awak pun jadi disadap. Resah, takut juga itu barang disadap. Karena telepon saya itu kan kelakuan siang dan malam kan ketahuan semua di situ. Yang saya takut itu bukan ditelepon siangnya, malamnya itu saya takut," seloroh Bahlil yang disambut tawa para kader.
Baca Juga :
Lantik Pengurus DPD Maluku, Bahlil Sampaikan Target GolkarLebih lanjut, Bahlil membantah kabar yang mengaitkan dirinya dengan dugaan pertemuan sebelum penangkapan sejumlah perwira tinggi. Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan merugikan dirinya.
"Tiba-tiba ada suatu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu, yang mengatakan bahwa tiga jam sebelum para jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka. Awal-awalnya saya tidak terlalu ngeh, karena ketum partai kan banyak. Tapi begitu saya bangun tadi pagi dari pesawat, lihat, kok ini menuduhnya ke saya," ungkap Bahlil.
Menanggapi tudingan tersebut, Bahlil meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi untuk memberikan klarifikasi dan menunjukkan bukti konkret. Ia juga mendesak kepolisian mengungkap fakta terkait dugaan penyadapan tersebut kepada publik.
"Segera klarifikasi itu dan buktikan. Saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian, untuk diusut tuntas, dibuka saja. Jangan fitnah terus yang dibangun," pungkasnya.




Komentar (0)