Gubernur Lemhannas Ace Hasan Ajak Calon Pemimpin Nasional Belajar ke Vietnam, Soroti Pertumbuhan Ekonomi 9,9 Persen

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily mengajak peserta Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026 mempelajari strategi pembangunan Vietnam sebagai bahan perumusan kebijakan untuk memperkuat ekonomi dan ketahanan nasional Indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Studi Strategis Luar Negeri di Vietnam pada 4–6 November 2026 sebagai bagian dari kurikulum pendidikan calon pemimpin nasional Lemhannas.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Kamis (5/11/2026), para peserta mempelajari berbagai kebijakan pembangunan Vietnam, mulai dari reformasi struktural hingga pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ace mengatakan studi banding tersebut bertujuan memperluas pengetahuan peserta mengenai strategi pembangunan yang diterapkan negara lain.

"Studi Strategis Luar Negeri merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan nasional. Para peserta tidak hanya dituntut memahami perkembangan global, tetapi juga mampu mengambil pelajaran strategis dari pengalaman negara lain untuk kepentingan Indonesia," jelas Ace dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Menurutnya, pengalaman pembangunan Vietnam dapat menjadi bahan perbandingan bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.

Lemhannas Pelajari Strategi Vietnam Capai Pertumbuhan Ekonomi 9,9 Persen

Ace mengungkapkan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian peserta P4N adalah capaian pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal III 2026 yang mencapai 9,9 persen.

Menurutnya, capaian tersebut didukung sejumlah kebijakan pembangunan, termasuk reformasi struktural dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Vietnam juga dinilai berhasil mengembangkan infrastruktur terpadu serta menerapkan kebijakan yang mendorong masuknya investasi asing.

Berbagai langkah tersebut menjadi materi pembelajaran bagi peserta Lemhannas untuk memahami hubungan antara kebijakan pemerintah dan pertumbuhan ekonomi.

"Vietnam memberikan banyak hal yang dapat kita pelajari, mulai dari reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur terpadu, hingga keberhasilannya membangun kepercayaan investor global," kata Ace.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Vietnam dalam menarik investasi internasional menjadi salah satu aspek yang perlu dikaji lebih lanjut.

Namun, Ace mengingatkan bahwa strategi pembangunan negara lain tidak dapat langsung diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi Indonesia.

Menurutnya, setiap kebijakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, dan kepentingan nasional.

Ace Hasan Dorong Penguatan Ekonomi dan Kemandirian Energi Indonesia

Selain mempelajari pertumbuhan ekonomi Vietnam, peserta P4N juga diarahkan untuk mengkaji berbagai kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan nasional.

Ace menilai pengalaman Vietnam dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembangunan Indonesia, khususnya untuk memperkuat fondasi ekonomi dan meningkatkan produktivitas.

Ia juga menyoroti pentingnya pembelajaran tersebut dalam mendukung upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.

"Pengalaman tersebut perlu dikaji secara komprehensif agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan strategi pembangunan dan memperkuat ketahanan nasional, khususnya dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia," tambah dia.

Menurut Ace, pengkajian kebijakan pembangunan Vietnam perlu dilakukan secara menyeluruh agar menghasilkan pembelajaran yang relevan bagi Indonesia.

Hasil studi tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami langkah-langkah strategis untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

Selain itu, pengalaman Vietnam dalam membangun kepercayaan investor global menjadi salah satu perhatian dalam upaya menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan.

Ace berharap peserta dapat mengolah berbagai informasi yang diperoleh selama kunjungan menjadi bahan kajian dan rekomendasi kebijakan.

P4N Lemhannas Siapkan Calon Pemimpin Nasional dari TNI, Polri hingga ASN

Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan LXX merupakan salah satu program pendidikan Lemhannas untuk mempersiapkan calon pemimpin nasional.

Program tersebut sebelumnya dikenal sebagai Pendidikan Reguler Angkatan atau PPRA.

Pendidikan P4N berlangsung selama lima setengah bulan dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang profesi dan institusi.

Para peserta berasal dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), aparatur sipil negara (ASN), serta kalangan non-ASN.

Melalui program tersebut, Lemhannas memberikan pembelajaran mengenai kepemimpinan nasional, ketahanan negara, dan perkembangan lingkungan strategis.

Studi Strategis Luar Negeri menjadi salah satu bagian dari pendidikan untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mempelajari kebijakan negara lain.

Kegiatan di Vietnam yang berlangsung pada 4–6 November 2026 diarahkan untuk memperluas wawasan peserta terhadap perkembangan ekonomi dan kebijakan pembangunan internasional.

Lemhannas berharap pengalaman tersebut dapat diolah menjadi bahan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan kepentingan nasional Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ditanya soal Dalang Penyadapan terhadap Presiden, Ini Jawaban Hasto PDIP
• 4 jam lalu
0
thumb
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3,5 Km
• 15 jam lalu
0
thumb
Lantik Pengurus Perindo se-Maluku, Angela Minta Kader Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
• 2 jam lalu
0
thumb
Lirik Lagu Someone To Hold - Jennie BLACKPINK OST Steps dan Terjemahannya
• 16 jam lalu
0
thumb
Penjualan Anjlok, BMW PHK 1.800 Karyawan di China
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.