Hacker Sasar Kulkas Supermarket di Eropa, Tidak Perlu Alat Canggih!

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Awal bulan ini, tepatnya Senin, 2 November 2026, berbagai negara di Eropa terkena serangan siber oleh para hacker atau peretas. Berbeda dengan serangan siber biasa yang menarget ponsel atau komputer, para peretas kali ini menyasar kulkas di supermarket.

Berbeda dengan kulkas biasa, kulkas-kulkas di supermarket di eropa terhubung dengan internet. Para peretas menemukan celah dan menaikan suhu kulkas hingga 50 Celsius.

Atas kejadian tersebut, makanan-makanan yang tersimpan di kulkas membusuk. Pihak supermarket pun menderita kerugian besar. Negara-negara terdampak

Serangan siber yang diduga menyasar sistem pendingin supermarket meluas ke 11 negara Eropa. (Anadolu Agency)



Melansir dari halaman CNBC sebanyak 40 cabang Delhaize supermarket dari Luxembourg dan Belgia terkena serangan ini. Walaupun Delhaize adalah supermarket yang berasal dari Belgia, banyak cabang lainnya juga yang terkena Swedia, Irlandia, Belanda, Estonia, dan Finlandia.

Tidak hanya Delhaize saja, grup Colruyt melaporkan bahwa terdapat lima dari supermarketnya di Belgia juga terkena serangan. Carrefour, supermarket dari Perancis, mengatakan 15 cabang dari 700 supermarket di Belgia juga terdampak atas serangan ini.

Perusahaan retail dari Swedia, IKEA juga melaporkan bahwa serangan tersebut mengenai cabang yang berada di Belgia juga. Perusahaan ritel terbesar di Swedia, ICA juga terkena serangan pada cabangnya di Belgia. Tidak perlu alat canggih!  Dilansir dari Al Jazeera, serangan ini terjadi karena para peretas menargetkan kulkas yang bisa diatur dengan WiFi. Mereka meretas sistem kulkas dan menaikan suhunya sehingga membuat makanan di dalam kulkas tersebut busuk.

Profesor siber dari Universitas Bristol, Awais Rashid, mengatakan bahwa banyak kulkas pada supermarket yang umumnya diatur oleh pihak ketiga. Menurutnya, kulkas-kulkas tersebut belum mendapatkan pembaruan yang bisa menghentikan para peretas.

Baca Juga :

 
Dugaan Serangan Siber Ganggu Sistem Pendingin Supermarket di 11 Negara Eropa
 
Dilansir dari CNBC, beberapa pakar dan dewan penasihat siber, menjelaskan bahwa kulkas yang berada di supermarket ini aksesnya bisa didapatkan di internet dengan dukungan kata sandi bawaan. Mereka mengatakan para peretas tidak perlu alat bantu yang canggih atau teknik yang sulit untuk melakukan peretasan pada kulkas-kulkas tersebut.

Menurut pihak produsen sistem pendingin seperti Sabcobel, mengatasi masalah ini tidak cukup hanya dengan pembaruan perangkat lunak (software updates). Butuh modifikasi fisik langsung pada perangkat agar jaringan keamanannya lebih tertutup.


(Reswara Vittorio)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ekspor NPI dan Feronikel Bakal Diawasi DSI, Segini Produksinya di Indonesia
• 7 jam lalu
0
thumb
10 Laptop Rp3 Jutaan yang Punya Layar IPS, OLED, atau TN, Ini Spesifikasi yang Perlu Diperiksa
• 23 jam lalu
0
thumb
Bongkar Mafia Haji dan Umrah, Kemenhaj Siapkan Aplikasi Sistem Informasi Pengaduan
• 7 jam lalu
0
thumb
Proyek Huntap Rp 33,75 Miliar di Padang Ditarget Tuntas Akhir Desember
• 8 jam lalu
0
thumb
AMI dukung gagasan Prabowo bangun Grand National Museum di Monas
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.