Pekan Depan, IHSG  Berpeluang Bergerak di Rentang 5.100-5.200

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS —  Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan diperkirakan masih stagnan. Fenomena itu terjadi di tengah tekanan pasar global dan ketidakpastian terkait evaluasi MSCI terhadap pasar saham Indonesia.

IHSG pada akhir perdagangan pekan, Jumat (6/11/2026), ditutup di level 5.050,43. Naik tipis 20,17 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Indeks bergerak pada rentang terendah 4.925,10. Posisi penutupan menjadi level tertinggi harian.

Nilai transaksi saham tercatat Rp 10,32 triliun dengan volume 473,88 juta lot atau setara dengan 47,388 miliar lembar saham. Selain itu, frekuensi transaksi menyentuh 1,10 juta kali.

Sebagian besar aktivitas jual beli terkonsentrasi di pasar domestik. Meski demikian, penguatan itu belum menghapus amblesnya pasar saham tahun ini. 

Pada perdagangan perdana 2 Januari 2026, IHSG berada pada level 8.748,13. Dengan posisi penutupan hari ini, indeks telah terkoreksi turun sekitar 42,27 persen dibandingkan awal tahun. 

Sementara itu, tekanan terhadap pasar semakin besar setelah MSCI pada 15 Oktober 2026 mengumumkan kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market. 

Sehari setelah pengumuman tersebut, IHSG anjlok hingga 11,57 persen ke level 5.185,10. Pada 19 Oktober 2026, indeks bahkan ditutup di bawah level psikologis 5.000, yakni 4.996,61.

Pada perdagangan, Jumat lalu, indeks sempat kembali turun ke level 4.925,10. Dengan demikian, meskipun berhasil ditutup di atas 5.000, IHSG masih berada jauh di bawah posisi awal tahun.

Baca JugaIHSG Menguat, Investor Ritel Masih Tekor
Ruang kenaikan terbatas

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya memperkirakan pergerakan IHSG pada pekan depan masih berpeluang menguat, tetapi ruang kenaikannya cenderung terbatas. Secara teknikal, histogram moving average convergence divergence (MACD) yang semakin menyempit berpotensi membentuk golden cross. 

Golden cross adalah pola analisis teknikal di pasar keuangan yang terjadi ketika garis rata-rata pergerakan jangka pendek memotong garis moving average jangka panjang. Sementara itu, indikator Stochastic RSI menunjukkan pembalikan arah di area pivot.

Phintraco memperkirakan IHSG berpeluang menguji rentang 5.100–5.200. Namun, pergerakan tersebut masih akan dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global dan domestik.

Pergerakan indeks pada perdagangan, Jumat lalu, ditopang oleh penguatan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar dan sejumlah saham unggulan atau blue chip.

Dari sisi sektoral, sektor keuangan menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 1,52 persen. Sektor barang konsumen non-primer juga menguat 0,83 persen. 

Sebaliknya, sektor teknologi terkoreksi paling dalam, yakni 3,16 persen, disusul sektor bahan baku yang turun 2,46 persen dan transportasi serta logistik yang melemah 1,17 persen.

Dari dalam negeri, sejumlah sentimen turut menjadi perhatian investor antara lain soal cadangan devisa. Cadangan devisa Indonesia pada Oktober 2026 meningkat menjadi 146,8 miliar dolar AS dari 146,3 miliar dolar AS pada September 2026.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,03 persen ke posisi Rp 18.080 per dolar AS. Pemerintah juga tengah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening sebagai bagian dari paket stimulus menjelang akhir tahun 2026.

Investor juga mencermati perkembangan harga minyak dunia yang turun di bawah 100 dolar AS per barel di tengah harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Masih terbatas

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh koreksi bursa global dan regional Asia setelah aksi jual pada sejumlah saham teknologi.

”Hari ini (Jumat lalu) IHSG sempat terpengaruh oleh pergerakan bursa global dan regional Asia yang bergerak terkoreksi pasca sell-off dari emiten-emiten teknologi, khususnya perusahaan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI),” kata Herditya saat dihubungi, Jumat (6/11/2026).

Selain itu, kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela (midterm election) di Amerika Serikat turut meningkatkan kewaspadaan pasar terhadap potensi pengetatan pengawasan terhadap perusahaan digital dan berbasis AI. 

Menurut Herditya, sentimen tersebut menambah tekanan terhadap saham teknologi yang sebelumnya telah mengalami aksi jual. Selain itu, kontraksi harga sejumlah komoditas, seperti emas, batubara, dan minyak kelapa sawit mentah (CPO), turut memengaruhi pergerakan IHSG. 

Aksi ambil untung atau profit-taking setelah penguatan signifikan sehari sebelumnya juga diduga menjadi salah satu faktor yang menekan indeks pada awal perdagangan. Meski demikian, ia menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka. 

Di tengah peluang penguatan yang masih terbatas, pelaku pasar juga mencermati pengumuman hasil rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada 11 November 2026 waktu setempat atau 12 November waktu Indonesia.

Serial Artikel

Susul IHSG, Rupiah Terpuruk

Nilai tukar rupiah ikut terseret dalam tren pelemahan menyusul amblesnya IHSG dalam dua hari beruntun akibat faktor sentimen global.

Baca Artikel

Herditya menilai, agenda tersebut menjadi perhatian karena MSCI akan membekukan sejumlah saham Indonesia. Dalam kondisi pembekuan tersebut, perubahan yang masih mungkin terjadi antara lain penurunan klasifikasi saham dan penghapusan saham dari indeks. 

Penghapusan saham berpotensi memicu arus keluar dana asing. Ketidakpastian mengenai hasil peninjauan tersebut pun dapat membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi, sehingga berpotensi membatasi penguatan IHSG pada pekan depan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jadwal Lengkap Pengumuman MSCI Soal Nasib Pasar Saham RI
• 12 jam lalu
0
thumb
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ciamis dan Tasikmalaya
• 7 jam lalu
0
thumb
Donor Darah Masjid Nur Intan Kumpulkan 42 Kantong, Bosowa Peduli Apresiasi Antusias Jemaah
• 4 jam lalu
0
thumb
Istri Kades Karanganyar Blak-blakan soal 'Hubungan Terlarang' dengan Anggota DPRD Rembang: Perselingkuhan itu Fakta
• 6 jam lalu
0
thumb
Pendidikan Mesti Lahirkan Pemuda Bertanggung Jawab Sosial
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.