20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan kesehatan hingga desa. Kolaborasi kedua program ini memungkinkan masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh layanan dokter spesialis tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, hingga 31 Oktober 2026 sebanyak 20,84 juta warga Jawa Tengah telah terjangkau program CKG. Sementara itu, hingga 2 November 2026, program Speling telah dilaksanakan 1.857 kali di 1.603 desa dan kelurahan, dengan sasaran 133.132 orang.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, terus mendorong perluasan program CKG dan Speling untuk meningkatkan deteksi dini penyakit hingga tingkat desa. Integrasi kedua program tersebut memungkinkan dokter spesialis memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di desa, mulai dari pemeriksaan TBC, kesehatan anak, kesehatan jiwa, hingga berbagai penyakit lainnya.

“Dokter itu turun ke bawah untuk mengobati masyarakat di desa. Para warga (dapat pelayanan kesehatan) gratis,” kata Luthfi disela mengikuti acara Immunity Run & Walk dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62, di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, di Kota Semarang pada Sabtu 7 Nobember 2026.

Melalui deteksi dini, lanjut dia, dapat membantu mengidentifikasi risiko kesehatan ibu hamil maupun indikasi TBC. Jika ditemukan dugaan TBC, petugas kesehatan segera melakukan penelusuran kontak atau tracing dan pengobatan melalui puskesmas, dengan pengawasan dinas kesehatan kabupaten/kota.

Selain memperluas pemeriksaan kesehatan, Luthfi mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan penyakit. Hal itu sebagaimana diwujudkan melalui kegiatan Fun Run 6,2 kilometer dan Fun Walk 3 kilometer di Kota Semarang hari ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, mengungkapkan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah turun hampir 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, penurunan tersebut berkat penguatan program CKG yang dipadukan dengan Speling, sehingga penyakit atau kondisi berisiko pada ibu hamil dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

Ia menambahkan, peringatan HKN ke-62 juga diisi berbagai pelayanan kesehatan lintas sektor, mulai dari pemeriksaan penyakit dalam, deteksi dini kanker hati dan hepatitis, kesehatan paru, pemeriksaan mata, hingga edukasi pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan.

“Kita ada kegiatan yang melibatkan lintas sektor. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara hidup sehat, sesuai dengan tema HKN pada tahun ini, yaitu Sehat untuk Semua,” katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Puas Kuasai Internet Satelit, Elon Musk Bangun Jaringan 5G Starlink
• 2 jam lalu
0
thumb
Perkuat Ekosistem Bisnis Lewat Kolaborasi Infrastruktur Digital dan Jaringan Merchant
• 16 jam lalu
0
thumb
Tenant Hall di Stasiun Gambir Kebakaran, Damkar Meluncur ke TKP
• 3 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Sabtu Ini Turun Rp20.000 Jadi Rp2,545 Juta per Gram
• 15 jam lalu
0
thumb
IPCC Ungkap Impor Mobil BYD Anjlok 96 Persen, Optimistis Priok Tetap Jadi Hub Ekspor
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.