HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA – Rencana pendirian Fakultas Kedokteran (FK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja mulai dimatangkan.
Penguatan visi dan misi kelembagaan hingga penyusunan kurikulum menjadi fokus awal untuk memastikan fakultas tersebut nantinya mampu mencetak tenaga medis berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Toraja.
Dalam mempersiapkan rencana tersebut, dokter bedah digestif, Dr. dr. Hebert Bombang Sapan, Sp.B Subsp.Bd (K), bersama Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, M.Th., terus membangun komunikasi intensif dengan sejumlah pejabat di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Hebert mengatakan, salah satu aspek penting yang tengah menjadi perhatian adalah merancang kurikulum pendidikan kedokteran yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Kurikulum tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi standar pendidikan tinggi, tetapi juga mampu mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Toraja.
“Kami juga sedang fokus membangun komunikasi dengan Kementerian Dikti untuk menemukan kurikulum yang dapat mendukung pengembangan layanan kesehatan bagi masyarakat Toraja,” ujar Hebert saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (7/11/2026).
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan kelembagaan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan persiapan yang matang, Fakultas Kedokteran IAKN Toraja diharapkan memiliki daya saing serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Sementara itu, Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, M.Th., menegaskan bahwa status kelembagaan sebagai institut bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan fakultas-fakultas unggulan, termasuk Fakultas Kedokteran.
Ia mencontohkan sejumlah perguruan tinggi berstatus institut di Indonesia yang mampu mengembangkan fakultas dengan kualitas dan daya saing tinggi, bahkan menjadi rujukan di tingkat nasional.
“Institut bukanlah kendala dalam membangun fakultas-fakultas bergengsi. Di Indonesia kita mengenal dari dekat beberapa institut yang berhasil membangun fakultas dengan daya saing tinggi, bahkan menjadi rujukan nasional,” tegas Agustinus.
Ia berharap rencana pendirian Fakultas Kedokteran tersebut nantinya tidak sekadar berorientasi pada pembangunan infrastruktur atau pendirian fakultas secara administratif.
Lebih dari itu, kehadirannya diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Toraja untuk menempuh pendidikan kedokteran.
Agustinus optimistis, putra-putri daerah Toraja memiliki potensi untuk bersaing dengan calon tenaga medis dari berbagai daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Tentu bukan hanya bertujuan membangun gedungnya saja, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa putra-putri daerah Toraja mampu bersaing di kancah nasional dan internasional,” tutupnya.
Dengan persiapan visi dan misi, penguatan kelembagaan, serta perumusan kurikulum, IAKN Toraja berharap rencana pendirian Fakultas Kedokteran dapat menjadi langkah strategis dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah Toraja. (edy)





Komentar (0)