BEI masih mengantongi sembilan perusahaan yang masuk dalam pipeline penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga 6 November 2026.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengantongi sembilan perusahaan yang masuk dalam pipeline penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga 6 November 2026. Dari jumlah tersebut, sektor kesehatan (healthcare) mendominasi dengan kontribusi mencapai 44,4 persen.
Berdasarkan data pipeline BEI, dari sembilan calon emiten tersebut, sebanyak empat perusahaan berasal dari sektor kesehatan. Sementara itu, sektor basic materials dan energi masing-masing menyumbang dua perusahaan, sedangkan satu perusahaan lainnya berasal dari sektor keuangan (financials).
Dari sisi skala aset, mayoritas perusahaan yang mengantre untuk melantai di bursa merupakan perusahaan dengan aset skala menengah. Tercatat sebanyak lima perusahaan memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Sementara itu, tiga perusahaan masuk dalam kategori aset skala besar, yakni memiliki aset di atas Rp250 miliar. Adapun satu perusahaan lainnya merupakan perusahaan dengan aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar.
BEI mencatat hingga 6 November 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah resmi mencatatkan sahamnya di bursa sepanjang tahun ini. Dari aksi pencatatan saham tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Dominasi sektor kesehatan dalam pipeline IPO menunjukkan sektor tersebut menjadi salah satu kelompok perusahaan yang aktif memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif sumber pendanaan. Meski demikian, realisasi pencatatan sembilan calon emiten tersebut masih bergantung pada proses dan kesiapan masing-masing perusahaan untuk melantai di bursa.
(Rahmat Fiansyah)






Komentar (0)