JAKARTA, DISWAY.ID - Lebih dari satu juta orang telah mendaftar menjadi agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Namun, baru sekitar separuhnya yang benar-benar bergerak membantu masyarakat melakukan registrasi ulang bansos.
Kondisi ini menjadi perhatian Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang meminta pemerintah daerah segera mengaktifkan para agen Perlinsos agar target pendaftaran dapat tercapai.
BACA JUGA:Sinergi Kemensos-KPAI Pastikan Perlindungan Siswa Sekolah Rakyat
“Sudah satu juta lebih agen yang mendaftar, tapi baru 50 persen yang membantu orang lain. Sisanya masih sekadar mendaftar dan belum bergerak. Ini yang kita harapkan bisa didorong supaya bergerak,” kata Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Registrasi Ulang Perlinsos Digital di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Rapat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan diikuti secara daring oleh perwakilan pemerintah dari sekitar 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Gus Ipul mengapresiasi para agen yang secara sukarela membantu masyarakat mengakses Perlinsos Digital.
Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi kekuatan besar untuk menjangkau warga yang belum terbiasa menggunakan layanan digital.
“Luar biasa satu juta ini. Suatu hal yang mungkin perlu diberi apresiasi, karena mereka tidak dibayar dan tidak boleh meminta bayaran. Benar-benar membantu dan menjadi relawan,” ujarnya.
BACA JUGA:Cakupan Hingga Desil 8, Kemensos Persiapkan Skema Baru PBI-JK
Namun, ia mengingatkan bahwa banyaknya agen terdaftar belum cukup jika tidak diikuti gerakan nyata di lapangan.
“Bangunkan agen yang belum aktif. Setiap OPD, camat, dan desa memastikan agen yang sudah terdaftar mulai mendaftarkan warga,” tegasnya.
Gus Ipul meminta pemerintah daerah mengerahkan aparatur sipil negara (ASN), pendamping sosial, perangkat desa, hingga pengurus RT dan RW untuk membantu registrasi masyarakat.
“Tetapkan ASN daerah, kepala desa atau lurah, RT/RW sebagai agen. Jejaring Pemda adalah kekuatan terbesar yang belum terpakai, yang belum bergerak secara masif,” katanya.
Hingga 5 November 2026, sebanyak 18,8 juta keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital atau sekitar 39,2 persen dari target 48 juta keluarga.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »






Komentar (0)