Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal III 2026 ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,29 persen maupun periode yang sama tahun lalu sebesar 5,04 persen.
Berdasarkan besaran produk domestik bruto atau PDB atas dasar harga berlaku, ekonomi Indonesia mencapai Rp3.664,2 triliun dengan seluruh lapangan usaha tumbuh positif secara tahunan pada kuartal ketiga tahun ini.
Pada sisi pengeluaran konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar dalam struktur PDB nasional dengan kontribusi sebesar 51,97 persen.
Dalam pertumbuhan ekonomi nasional, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen secara tahunan dan memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,62 persen.
Pertumbuhan tinggi juga terjadi pada industri pengolahan yang mengambil porsi terbesar mencapai 19,22 persen dengan pertumbuhan sebesar 5,87 persen.
Sementara itu pada sektor akomodasi dan makanan minuman pertumbuhan mencapai 11,22 persen, disusul jasa keuangan sebesar 8,47 persen dan jasa lainnya 8,32 persen.
BPS menyebut capaian pertumbuhan pada kuartal III-2026 menunjukkan aktivitas ekonomi nasional tetap terjaga, dengan mayoritas sektor usaha masih berada pada jalur ekspansi meski terdapat tekanan di sektor pertambangan.





Komentar (0)