jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang tengah menjalankan tugas dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
"Tiga prajurit kita yang gugur di dalam menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa," ucap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pada Jumat (6/11).
BACA JUGA: Pemerintah Sebar 9.355 Nakes dan 814 Rumah Oksigen di Wilayah Terdampak Karhutla
Prasetyo menyampaikan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh terhadap para petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk memastikan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan.
"Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, kami diminta memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan," kata dia.
BACA JUGA: Datang ke Pangkalan Bun, Menhut Pantau Penanganan Insiden Helikopter Karhutla
Dia menegaskan pemerintah hingga saat ini terus berupaya memadamkan karhutla, meskipun proses tersebut menghadirkan risiko yang sangat tinggi bagi para petugas di lapangan.
Adapun, ketiga prajurit yang gugur tersebut adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah; Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, S.H., M.H.; dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo.
BACA JUGA: Hotspot Karhutla Sumsel Tinggal 6 Titik, PALI dan OKU Selatan Masih Diselimuti Udara tak Sehat
Mereka gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (5/11), sebanyak 1.468 titik api karhutla tersebar di enam provinsi.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan. (dit/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)