JAKARTA - Keberadaan macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, berhasil diungkap melalui pemantauan menggunakan kamera pengintai. Sebanyak 19 individu satwa predator puncak tersebut teridentifikasi dari rekaman 160 kamera yang dipasang di sejumlah titik hutan.
Berdasarkan hasil analisis pada Agustus 2026, ke-19 individu tersebut terdiri atas tujuh jantan, 10 betina, dan dua anakan. Identifikasi dilakukan berdasarkan rekaman kamera pengintai yang dikumpulkan hingga Maret 2026.
Survei yang berlangsung sejak Januari 2024 hingga Agustus 2026 itu juga mencatat keberadaan macan tutul jawa di 46 stasiun kamera atau sekitar 58 persen dari seluruh titik pemantauan. Kemunculan satwa ini paling banyak terdeteksi di kawasan hutan yang relatif terjaga.
Field Coordinator JWLS Region Timur, Ummi Farikhah atau kerap disapa Ika mengatakan, survei tersebut tidak hanya mengidentifikasi macan tutul jawa, tetapi juga menemukan 46 jenis satwa lain di kawasan TNBTS. Sebanyak 26 jenis di antaranya berpotensi menjadi mangsa alami macan tutul.
"Ketersediaan rantai pakan alami ini menjadi harapan besar bagi kelangsungan hidup macan tutul jawa," kata Ika, Jumat (6/11/2026).





Komentar (0)