UB Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Salah Satunya Bahas Ketahanan Pangan Nasional

beritajatim.com
8 jam lalu
Cover Berita

Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan empat profesor baru dari berbagai rumpun keilmuan strategis, Sabtu (7/11/2026). Rapat terbuka pengukuhan gelar guru besar tersebut digelar di hadapan Senat Akademik Universitas (SAU) di Gedung Samantha Krida, Kampus UB Malang.

Keempat pakar yang resmi menyandang gelar profesor tersebut membawa deretan riset aplikatif strategis, mulai dari formulasi kebijakan ekonomi pangan, rekayasa mikroba lokal ramah lingkungan, teknologi energi terbarukan konversi air menjadi hidrogen, hingga percepatan pemuliaan varietas hortikultura.

Prof. Hery Toiba, S.P., M.P., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Sistem Pangan. Ia menggagas model Sistem Pangan Adaptif (SiMPaTI) sebagai alternatif pemecahan krisis logistik dan fluktuasi harga bahan pokok.

Ia memberikan kritik konstruktif terhadap orientasi kebijakan pangan nasional yang dinilai terlalu terpaku pada target kuantitas fisik dan program swasembada seragam tanpa mempertimbangkan dinamika ekologis lokal.

“Model SiMPaTI berangkat dari kepedulian pada manusia di balik angka produksi: petani, nelayan, petambak, dan peternak beserta keluarganya. Ketahanan pangan sejati bermula dari keputusan adaptasi harian para produsen primer,” ujar Prof. Hery, Jumat (6/11/2026).

Sementara itu, Prof. Luqman Qurata Aini, S.P., M.Si., Ph.D., dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Bakteriologi Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan. Ia mengenalkan terobosan pemanfaatan konsorsium bakteri lokal (indigenous) hasil eksplorasi kawasan UB Forest Malang guna mendongkrak ketahanan budidaya pertanian berkelanjutan.

Inovasi Energi Terbarukan dan Pemuliaan Tanaman Hortikultura

Dari rumpun rekayasa teknologi, Prof. Dr. Ir. Purnami, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. diresmikan sebagai Guru Besar bidang Energi Hidrogen Fakultas Teknik UB. Ia mengembangkan platform Adaptive Multiphysics Intelligence (AMI) untuk meningkatkan efisiensi produksi gas hidrogen hijau (green hydrogen) dari bahan baku air.

Melalui integrasi medan magnet dinamis, mekanika fluida mikro, rekayasa elektroda berbasis biomassa sekam padi, serta kecerdasan buatan (artificial intelligence), Prof. Purnami berhasil mengakselerasi pelepasan gelembung gas pada elektroda elektrolisis.

Beralih ke inovasi hortikultura, Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc. dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pemuliaan Tanaman Pangan dan Semusim. Ia merumuskan metodologi pemuliaan bertajuk model SIGAP guna mempercepat siklus pelepasan varietas benih adaptif iklim ekstrem.

“Dalam pemuliaan melon, saya mengembangkan hibrida yang mampu beradaptasi pada lingkungan dataran tinggi bersuhu rendah. Metode seleksi dan persilangan berdasarkan periode pembungaan pada suhu rendah ini telah diajukan sebagai paten,” terangnya.

Secara statistik Kampus Biru, Prof. Luqman tercatat sebagai profesor ke-461, Prof. Purnami sebagai profesor ke-462, Prof. Afifuddin sebagai profesor ke-463, serta Prof. Hery Toiba sebagai profesor ke-464 sepanjang sejarah berdirinya Universitas Brawijaya. [dan/but]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Oona Catat GWP Rp1,1 Triliun hingga Kuartal III 2026, Tumbuh 49,7 Persen
• 16 jam lalu
0
thumb
8 Atlet Renang Sabet Gelar Perenang Terbaik IOAC 2026, Ada Samuel Maxson hingga Azzahra Permatahani
• 15 jam lalu
0
thumb
Iran Bagikan Tablet Antiradiasi ke Warga, Antisipasi Serangan Nuklir AS
• 1 jam lalu
0
thumb
Kemenhaj Buka Pelunasan Haji Khusus 2027 Mulai 6 November, Ini Jadwal dan Tahapannya
• 15 jam lalu
0
thumb
Mobil Diesel Masih Diburu, Segini Harga Toyota Fortuner Diesel Bekas
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.