Kabasarnas Angkat Isu Tata Kelola Kompetensi Tim SAR dalam Disertasinya

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengikuti Sidang Penelaahan Naskah Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Aula FISIP Lantai 4, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam kesempatan ini, Kabasarnas mempresentasikan naskah disertasi berjudul Model Tata Kelola Strategis Kompetensi Tim SAR Multi Stakeholder Berbasis INSARAG Guidelines di Indonesia.

Disertasi tersebut mengangkat isu strategis mengenai penguatan tata kelola kompetensi Tim Search and Rescue (SAR) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (multi-stakeholder).

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (almamater hijau) mengikuti Sidang Penelaahan Naskah Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, UMJ
Sumber :
  • Istimewa

Penelitian ini berfokus pada pentingnya membangun sinergi, koordinasi, serta standardisasi kompetensi antarlembaga dalam mendukung penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan di Indonesia.

Penggunaan International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) Guidelines sebagai landasan penelitian menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme personel SAR agar selaras dengan standar internasional.

Melalui penelitian tersebut, diharapkan dapat dihasilkan model tata kelola strategis yang mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengoptimalkan kesiapan dan efektivitas pelaksanaan operasi SAR di Indonesia.

Sidang penelaahan naskah disertasi ini menjadi bagian dari proses akademik dalam pengembangan kajian administrasi publik, sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan pemikiran strategis terkait tata kelola penyelenggaraan pencarian dan pertolongan.

Bagi Basarnas, penguatan kompetensi sumber daya manusia dan kolaborasi antar pemangku kepentingan merupakan aspek penting dalam mewujudkan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan yang profesional, cepat, terpadu, dan berstandar internasional. (ism)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Serunya Eksplorasi di masakecil Preschool, Gabungkan Montessori dan Finland Education
• 9 jam lalu
0
thumb
Jelang Keputusan MSCI, Rupiah Diproyeksi Tembus Rp 18.000
• 17 jam lalu
0
thumb
Resto di Blok M Square Terbakar saat Pergantian Tabung Gas, 3 Orang Luka
• 10 jam lalu
0
thumb
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran 5 Km, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan
• 9 jam lalu
0
thumb
Ancaman Bom Kembali Hantui Eropa, Bandara di Denmark dan Ceko Jadi Sasaran
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.