jpnn.com, BAKAUHENI - Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang libur natal dan tahun baru (nataru) menjadi perhatian penting dalam memastikan kelancaran perjalanan di berbagai jalur transportasi, khususnya jalur penyeberangan yang menjadi penghubung antardaerah.
Kesiapan infrastruktur, fasilitas pelabuhan, pengaturan lalu lintas, serta perlindungan keselamatan masyarakat membutuhkan koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar perjalanan selama periode libur akhir tahun dapat berlangsung aman dan lancar.
BACA JUGA: ALI Ingatkan Pembatasan Truk Sumbu 3 Saat Nataru Bisa Picu Kelangkaan dan Kenaikan Harga
Sebagai bagian dari upaya mendukung kesiapan tersebut, Jasaraharja Putera (JRP) turut berpartisipasi dalam kegiatan Survei Kesiapan Jalur Transportasi dan Pelabuhan Penyeberangan dalam rangka Pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang diselenggarakan oleh Korlantas Polri.
Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kesiapan pelayanan transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru.
BACA JUGA: Polri dan Stakeholder Tinjau Pelabuhan Lampung Hingga Banten Jelang Nataru
Melalui simulasi dan peninjauan lintas sektor ini, para stakeholders berfokus memastikan kesiapan inisiasi pengamanan dini untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko dan kendala yang kerap terjadi selama masa Nataru.
Peninjauan lapangan mencakup sejumlah titik strategis di wilayah Lampung dan Banten, di antaranya Pelabuhan BBJ Muara Pilu, Pelabuhan Wika Beton, Pelabuhan Indah Kiat, Pelabuhan BBJ Bojonegara, dan Pelabuhan Pelindo Ciwandan.
BACA JUGA: Antisipasi Penimbunan Pangan Menjelang Nataru, Gubernur Luthfi Perkuat Satgas Pengendalian Harga
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris menyampaikan bahwa kesiapan transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru tidak hanya berkaitan dengan kelancaran arus lalu lintas dan operasional pelabuhan, tetapi juga perlu memperhatikan aspek keselamatan serta perlindungan.
“Kesiapan transportasi selama periode nataru membutuhkan keterlibatan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan," ujar dia.
Dia menyebut tidak hanya memastikan kelancaran perjalanan, tetapi juga bagaimana memberikan kepastian perjalanan dengan aman dan memperoleh perlindungan yang sesuai dengan kebutuhannya.
"Sebagai perusahaan asuransi umum, JRP berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem transportasi yang mengedepankan keselamatan melalui penyediaan perlindungan asuransi dan layanan yang relevan” ujarnya.
Dalam mendukung kenyamanan mobilitas libur akhir tahun, JRP memastikan kesiapan operasional di lini pelayanan masyarakat.
Sebanyak 25 Branch Office yang tersebar di seluruh Indonesia dipastikan siaga penuh memberikan layanan kepada masyarakat.
Dukungan layanan ini juga dihadirkan di sejumlah titik penyeberangan dan destinasi wisata melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan pelayanan serta memberikan kemudahan akses perlindungan asuransi. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Asosiasi Berharap Pembatasan Angkutan Barang Saat Nataru Hanya Pada Truk ODOL
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan





Komentar (0)