jpnn.com, CIANJUR - Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Ke-2, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur menggelar kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis melalui program IMIPAS PEDULI, Jumat (6/11).
Bertempat di Ruang Kunjungan Lapas Cianjur, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya membangun hubungan yang harmonis antara jajaran pemasyarakatan dan masyarakat sekitar.
BACA JUGA: Pegawai Lapas Medan Ditangkap Jadi Kurir 599 Vape Narkoba, Terima Imbalan Rp20 Juta
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur Prayogo Mubarak serta dihadiri Lurah Kelurahan Sayang beserta perangkat RT/RW 13
Lurah Kelurahan Sayang Wiji Eko Pamudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta berbagai bantuan sosial yang selama ini diberikan oleh Lapas Cianjur kepada masyarakat.
BACA JUGA: Polisi dan BNN Temukan Sabu-Sabu Sebanyak Ini di Lapas Kerobokan, Kok Bisa Masuk?
Dia juga mengajak masyarakat untuk membuka ruang penerimaan bagi mantan warga binaan agar dapat kembali berintegrasi dan memperoleh kesempatan menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.
Sementara Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur Prayogo Mubarak menegaskan lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani pidana, melainkan institusi pembinaan yang mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.
BACA JUGA: Petugas Lapas Banceuy Sigap, Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu 8,97 Gram Dalam Ikat Rambut Pengunjung
Melalui pembinaan kepribadian, kemandirian, dan keterampilan, warga binaan dibekali berbagai kemampuan sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Dia juga menyampaikan kegiatan IMIPAS PEDULI bukan hanya bentuk kepedulian sosial dalam momentum Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Ke-2, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses pemasyarakatan.
Tidak hanya menghadirkan bantuan sosial dan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk mengikis stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan dan warga binaan melalui edukasi dan tanyangan video profil.
Salah satu bentuk nyata keberhasilan pembinaan ditunjukkan melalui kehadiran mantan warga binaan yang kini telah kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat sebagai tenaga asatidz di Pondok Pesantren At-Taubah.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di dalam lapas dapat menjadi bekal bagi seseorang untuk memperbaiki diri, menemukan kembali potensi, serta menjalani kehidupan yang bermanfaat setelah bebas.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Lapas Cianjur menyalurkan bantuan sosial berupa 50 paket sembako kepada masyarakat dan 20 paket sembako kepada warga binaan. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar kolesterol, serta pemeriksaan kesehatan dasar lainnya.
Melalui kegiatan IMIPAS PEDULI, Lapas Kelas IIB Cianjur berharap kehadiran pemasyarakatan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, tidak hanya melalui pelaksanaan fungsi pembinaan dan pengamanan, tetapi juga melalui aksi sosial dan edukasi publik.
Semangat Bangun Kepedulian, Hapus Stigma menjadi pesan bahwa keberhasilan pemasyarakatan membutuhkan dukungan bersama, karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, kembali diterima, dan berkontribusi positif bagi lingkungan serta masyarakat. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Napi Tewas di Lapas, Polres OKU Selidiki Penyebabnya
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan





Komentar (0)