Dari Ukraina Hingga Iran, 6 Poin Ini Jelaskan Dampak Keterpurukan Trump dari Kekalahan Pemilu

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

WASHINGTON-Kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat memicu beragam reaksi dari berbagai negara.

Sebagian pihak yang selama ini berseberangan dengan Presiden Donald Trump menyambut hasil tersebut dengan kepuasan, sementara negara-negara sekutu Washington justru diliputi kekhawatiran.

Baca Juga
  • Kebaikan dan Keburukan Ibarat Pintu Punya Kunci dan Gembok, Apa dan Bagaimana?
  • Lisan Memang Berbahaya tetapi Juga Memiliki Ibadah Kaya Pahala, Ini 5 Kebaikan dari Lisan
  • 5 Penyakit Lisan Sangat Berbahaya dan Diperingatkan Rasulullah SAW, Namun Banyak Diabaikan

Di tengah perubahan peta politik di Washington, muncul berbagai pertanyaan mengenai masa depan perang terhadap Iran, harga energi, perdagangan global, serta hubungan Amerika Serikat dengan China, Eropa, dan Ukraina.

The New York Times mengutip sejumlah pejabat dan analis internasional yang menyebut kekalahan Partai Republik hingga kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres disambut lega oleh lawan-lawan politik Trump.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Namun, hasil tersebut sekaligus membuka ketidakpastian mengenai arah kebijakan pemerintahan Amerika Serikat pada periode mendatang. Terlebih, Trump masih memiliki kewenangan luas dalam menentukan kebijakan luar negeri.

Berikut enam poin utama untuk memahami dampak internasional dari kekalahan tersebut.

1. Sekutu Amerika yang kecewa terhadap trump ikut merayakan

Sejumlah sekutu tradisional Washington yang hubungannya dengan Trump mengalami ketegangan tidak menyembunyikan kepuasan mereka atas hasil pemilu tersebut.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Ronald Lamola menyebut kemenangan tersebut sebagai kemenangan bagi demokrasi dan supremasi hukum.

Pernyataan itu muncul di tengah perselisihan antara Pretoria dan Washington, menyusul tuduhan Trump bahwa pemerintah Afrika Selatan melakukan persekusi terhadap warga kulit putih dan merampas tanah mereka.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DPO KKB Penembak Polisi di Puncak Jaya Ditangkap Satgas Damai Cartenz
• 11 jam lalu
0
thumb
Babak Baru Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Motif Berubah Diduga dari Perselisihan Istri Siri-Sah Jadi Tuntutan Ekonomi
• 16 jam lalu
0
thumb
DPR Pantau Kasus Penyadapan Presiden, Dasco Minta Komisi III Kawal Proses Hukum
• 12 jam lalu
0
thumb
BMKG: Cuaca Sebagian Besar Wilayah Jatim Berawan, Suhu Surabaya Bisa Capai 36 Derajat
• 20 jam lalu
0
thumb
Persebaya Tak Punya Waktu Persiapan untuk Lawan Persija Besok
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.