Mengenal Seni Manual Brewing, saat Kemampuan Brewer Menentukan Rasa Kopi

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Secangkir kopi dengan karakter rasa yang nikmat tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji kopi. Di balik hasil seduhan yang seimbang, ada berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari tingkat kehalusan gilingan, suhu air, rasio kopi dan air, hingga teknik penyeduhan yang digunakan.

Menariknya, dua orang bisa menggunakan biji kopi yang sama, tetapi menghasilkan cita rasa yang berbeda. Ada seduhan yang terasa lebih manis, sementara lainnya cenderung asam atau memiliki rasa pahit yang lebih dominan. Perbedaan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh pemahaman dan keterampilan orang yang menyeduhnya.

Baca Juga :
Lagi Tren Ube dan Matcha Dipadukan dengan Kopi, Ini Rahasia agar Rasanya Lebih Seimbang
Di Tangan Penyintas Skizofrenia, Ampas Kopi Disulap Jadi Dupa

Dalam dunia kopi, kemampuan ini dikenal sebagai bagian dari keterampilan seorang brewer. Mereka tidak sekadar mengikuti resep, tetapi juga harus mampu membaca karakter biji kopi dan menentukan teknik yang sesuai untuk mengeluarkan potensi rasa terbaiknya.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah proses ekstraksi. Jika ekstraksi tidak berlangsung optimal, karakter rasa kopi bisa berubah. Ekstraksi yang terlalu rendah dapat membuat kopi terasa asam dan kurang berkembang. Sebaliknya, ekstraksi berlebihan berpotensi menghasilkan rasa pahit yang mengganggu keseimbangan seduhan.

Karena itu, seorang brewer perlu memahami bagaimana suhu air, ukuran gilingan atau grind size, serta agitasi memengaruhi hasil akhir. Kemampuan menyesuaikan berbagai variabel tersebut menjadi pembeda antara sekadar menyeduh kopi dan benar-benar memahami proses pembuatannya.

Kemampuan Beradaptasi Menentukan Kualitas Seduhan

Menurut Sendydjaja, National Judge Coordinator yang aktif dalam kompetisi brewing Indonesia sejak 2016, kemampuan beradaptasi merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki brewer.

"Compulsory itu tentang skill, experience, dan knowledge. Brewer yang baik, diberi beans apa pun, bisa beradaptasi, membaca beans-nya, lalu menghasilkan brew terbaik," ujarnya.

Kemampuan tersebut dapat terlihat ketika seorang brewer harus menghadapi biji kopi dengan karakter yang belum pernah digunakan sebelumnya. Mereka dituntut melakukan penyesuaian agar rasa yang dihasilkan tetap seimbang.

"Misalnya kopi ini kurang manis, bagaimana membuatnya lebih manis? Atau terlalu asam, perlu diredam. Kemampuan decision making dan adaptasi itulah yang dibutuhkan. Event ini menjadi platform untuk latihan sekaligus benchmark dari feedback juri yang kompeten," tambahnya.

Baca Juga :
Australia Jadi Pasar Kopi RI, Nilai Ekspor Rp10 Triliun Dibidik dalam 3 Tahun
Dongkrak Daya Saing dan Perluas Pasar Ekspor, Pemerintah Pacu Hilirisasi Perkebunan Kopi
Dari Aceh hingga Papua, Ini Kekayaan Kopi Indonesia yang Tak Banyak Diketahui

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa Ungkap 3 Kejanggalan usai Jokowi Bersaksi di Persidangan Kasus Ijazah
• 20 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Tambah Bank Penempatan DHE SDA Jadi 16, Ini Daftarnya
• 6 jam lalu
0
thumb
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi pada 2027, Siap Layani 9.641 Jemaah Calon Haji
• 6 jam lalu
0
thumb
Kamera Pengintai Tangkap Gambar 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS
• 14 jam lalu
0
thumb
Misteri Terpecahkan, Jokowi Akhirnya Ceritakan Siapa Sosok Mulyono dan Dumatno Sebenarnya
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.