Pantau - Rumah maggot yang berlokasi di Jalan Kemanggisan Ilir II RT 006/RW 006, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, mampu mengolah sampah organik rumah tangga hingga 60 kilogram setiap hari sebagai upaya mengurangi timbulan sampah di lingkungan permukiman.
Lurah Kemanggisan, Rafiudin, mengatakan fasilitas pengolahan sampah berbasis budi daya maggot tersebut memiliki kapasitas sekitar 40 hingga 60 kilogram sampah organik per hari.
“Sehari kurang lebih itu paling minimal antara 40 kilo sampai ke 60 itu bisa ngurangin sampah organik,” kata Rafiudin di Jakarta, Jumat.
Meskipun baru beroperasi selama sekitar dua pekan, keberadaan rumah maggot tersebut telah membantu mengurangi sampah organik sekitar 20 persen.
Rumah Maggot di Kemanggisan Baru Beroperasi Dua PekanRafiudin menjelaskan bahwa pembangunan rumah maggot merupakan salah satu langkah pemerintah kelurahan untuk mengatasi persoalan sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga.
Fasilitas tersebut dibangun agar sampah organik yang dihasilkan masyarakat dapat diolah kembali sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah buangan.
"Kami membuat kandang maggot dan saat ini sudah berproses sekitar dua pekan," kata dia.
Menurut Rafiudin, masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan pengolahan sampah dengan membawa sampah organik rumah tangga ke rumah maggot yang telah disediakan.
Sampah organik yang terkumpul kemudian dimanfaatkan sebagai pakan maggot sehingga jumlah sampah yang harus dibuang dapat berkurang.
Pengolahan menggunakan maggot menjadi salah satu metode pemanfaatan limbah organik yang diterapkan pemerintah kelurahan untuk mendukung pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.
Dengan kapasitas pengolahan mencapai 60 kilogram per hari, rumah maggot tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat mengurangi volume sampah organik secara berkelanjutan.
Hasil Panen Maggot Bisa Jadi Pakan Ternak dan DijualSelain mengurangi volume sampah organik, keberadaan rumah maggot di Kemanggisan juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar.
Rafiudin menjelaskan bahwa maggot yang telah dipanen dapat dimanfaatkan sebagai pakan berbagai jenis hewan ternak maupun hewan peliharaan.
Hasil budi daya maggot tersebut dapat digunakan sebagai pakan ayam, ikan, dan burung sehingga memiliki manfaat bagi masyarakat yang menjalankan usaha peternakan maupun pemeliharaan hewan.
Tidak hanya dimanfaatkan secara langsung, maggot hasil panen juga berpotensi dijual untuk memberikan nilai ekonomi dari kegiatan pengolahan sampah organik.
"Hasilnya (panen maggot), bisa pakan ayam, ikan, dan burung atau dijual lagi," tuturnya.
Pemanfaatan hasil panen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kelurahan agar pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali.
Melalui kegiatan budi daya maggot, sampah organik rumah tangga yang sebelumnya menjadi limbah dapat diolah menjadi sumber pakan hewan yang memiliki nilai jual.
Program Rumah Maggot Dukung Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026Rafiudin mengatakan bahwa pengelolaan sampah menggunakan maggot merupakan bagian dari gerakan pemilahan sampah yang sedang dijalankan pemerintah.
Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 mengenai gerakan pemilahan sampah.
Melalui kebijakan tersebut, masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah, termasuk memisahkan sampah organik rumah tangga agar dapat dimanfaatkan kembali.
Pemerintah Kelurahan Kemanggisan kemudian menerapkan pengolahan sampah organik melalui rumah maggot sebagai salah satu langkah pengelolaan sampah di lingkungan permukiman.
"Ini salah satu upaya kita, membangun rumah maggot ini untuk mengolah sampah organik dari hasil rumah tangga," imbuhnya.
Keberadaan fasilitas tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah dengan mengumpulkan limbah organik dari rumah masing-masing.
Dengan kapasitas pengolahan sekitar 40 hingga 60 kilogram setiap hari, rumah maggot di Kemanggisan diharapkan dapat terus membantu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan manfaat tambahan melalui pemanfaatan dan penjualan hasil panen maggot.





Komentar (0)