Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penyelesaian proyek Jalan Layang Non-Tol (JLNT) yang mangkrak di kawasan Jakarta Utara dalam waktu maksimal tiga bulan. Penyelesaian proyek tersebut dinilai penting untuk mengurangi kemacetan, khususnya di sekitar Pluit.
Keputusan itu disampaikan Pramono setelah menggelar rapat terbatas bersama jajaran pemerintah daerah di Jakarta Utara, Jumat (6/11/2026). Pertemuan tersebut merupakan rapat ketiga dari agenda kunjungan Pramono ke 44 kecamatan di Jakarta.
Advertisement
“Saya memutuskan untuk diselesaikan dan memberikan batas waktu maksimum tiga bulan. Karena itu memberikan dampak yang signifikan untuk kemacetan yang ada di sekitar Pluit,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Utara.
Selain penyelesaian JLNT, Pramono juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera menangani tumpukan sampah di Hutan Kota Kepanduan. Lokasi tersebut dilaporkan memiliki timbunan sampah lebih dari 3.000 ton.
Dia menargetkan penanganan sampah tersebut selesai pada tahun ini dan tidak kembali tertunda hingga 2027.
“Saya sudah menginstruksikan kepada Dinas LH untuk segera diselesaikan, dan saya minta untuk diselesaikan pada tahun ini, jangan kemudian di-carry over di tahun depan, udahlah enggak zamannya lagi. Jadi memang hal-hal seperti itu harus dipantau, dikerjakan secara detail,” jelasnya.





Komentar (0)