HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus mendorong pemikiran keadilan sosial melalui pengenalan konsep Sosialisme Islam. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bedah buku dan diskusi yang melibatkan kader, pengurus partai, serta kalangan akademisi.
Konsep Sosialisme Islam mulai diperkenalkan di Indonesia pada awal abad ke-20 oleh HOS Tjokroaminoto. Pemikiran tersebut turut memengaruhi sejumlah tokoh nasional, di antaranya Soekarno, Semaun, Musso, Alimin Prawirodirdjo, S.M. Kartosoewirjo, hingga Tan Malaka.
Meski kemudian memiliki haluan dan pandangan politik yang berbeda, sejumlah tokoh tersebut memiliki perhatian terhadap gagasan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
Dalam diskusi tersebut, narasumber Bahrul Ulum, S.Pd., M.Pd., dan Prof. Tahir Kasnawi menekankan pentingnya mendorong kembali pemikiran Sosialisme Islam sebagai salah satu landasan dalam memperjuangkan keadilan sosial di Indonesia.
Anggota DPR RI dari PKB, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Daeng Ical, menegaskan bahwa semangat keadilan sosial sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.
“Sesuai Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” katanya.
Sebagai penggagas diskusi, Syamsu Rizal mengatakan PKB tengah menggodok konsep tersebut dengan membuka ruang masukan dari berbagai pemangku kepentingan di Tanah Air.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat gagasan keadilan sosial yang tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kebijakan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Bahrul Ulum mencontohkan praktik pengelolaan koperasi di sejumlah negara yang mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, koperasi semestinya tidak hanya dipahami sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi kolektif yang dikelola untuk kepentingan bersama.
“Malah koperasi kerap dijadikan sarana rente oleh orang-orang pemilik modal,” ujarnya.
Di sisi lain, Prof. Tahir Kasnawi menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menerapkan nilai-nilai Sosialisme Islam. Menurutnya, perilaku dan integritas pimpinan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang berkeadilan.
Melalui bedah buku dan diskusi tersebut, PKB berharap pemikiran Sosialisme Islam kembali mendapat ruang dalam percakapan publik serta menjadi inspirasi dalam memperjuangkan keadilan dan kemakmuran masyarakat. (*)






Komentar (0)