Sekjen Golkar: Indonesia Bukan Gelap, Hanya Kekurangan Cahaya

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji menilai narasi “Indonesia Gelap” muncul karena kurangnya penyebaran informasi mengenai hal-hal positif di media sosial.

Hal itu disampaikan Sarmuji seusai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) serta seminar dan lokakarya kecerdasan buatan (AI) di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/11).

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membangun instrumen bagi Golkar untuk menyebarkan informasi positif sekaligus menangkal informasi negatif di ruang digital.

“Kita tahu ada adagium kebaikan yang… kejahatan yang terorganisir bisa mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Dan ini juga berlaku di media sosial dan di dunia digital,” ucap Sarmuji.

“Kita tahu sekarang, kadang-kadang di era post-truth ini, kadang-kadang kebenaran seolah-olah ditentukan oleh kuatnya algoritma saja, padahal kenyatanya tidak begitu,” tambahnya.

Sarmuji kemudian menyebut bahwa sebenarnya tidak ada kegelapan di Indonesia.

“Yang ada adalah ketiadaan cahaya,” ujarnya.

Ia mengatakan, Golkar ingin membangun ekosistem digital untuk menghadirkan informasi yang lebih berimbang mengenai kondisi Indonesia.

“Ekosistem digital ini kita bentuk untuk menghadirkan terang, menghadirkan cahaya, agar pandangan orang terhadap Indonesia ini menjadi lebih fair, lebih senyatanya, tidak dipenuhi oleh narasi bahwa Indonesia gelap,” lanjut dia.

Sarmuji menilai narasi “Indonesia Gelap” muncul karena masyarakat belum bergotong royong menyebarkan informasi positif.

“Ada narasi Indonesia gelap, karena kita semua, anak-anak bangsa ini, tidak bergotong-royong untuk menghadirkan cahaya mengatasi kegelapan,” tuturnya.

“Tapi kalau kita bersama-sama, terutama di internal Golkar, bersama-sama menghadirkan cahaya, insyaallah Indonesia tidak akan dilihat menjadi gelap, tetapi Indonesia senyatanya adalah terang-benderang penuh cahaya,” lanjutnya.

Sarmuji juga menyinggung narasi negatif dan spekulasi yang menyerang Golkar serta ketua umumnya di media sosial. Ia optimistis partainya dapat menangkal informasi tersebut dengan membangun ekosistem digital yang lebih aktif.

“Demikian juga tentang Golkar. Banyak informasi yang saat ini kadang-kadang ada narasi-narasi buruk, baik terhadap Golkar maupun terhadap ketua umum, spekulasi-spekulasi yang berkembang, yang kadang-kadang sama sekali tidak nyata, tidak benar. Tetapi karena dilakukan secara intens, seolah-olah benar,” ucap Sarmuji.

“Kembali lagi, kami akan menghadirkan cahaya, yang cahaya itu bisa menerangi sehingga Golkar pun akan ikut terang-benderang,” tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Kiat Bela Diri Praktis Perempuan untuk Melindungi Diri
• 2 jam lalu
0
thumb
BULOG Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun
• 23 jam lalu
0
thumb
Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Pengangkatan Profesor di Kemenag Jangan Terlalu Mudah
• 18 jam lalu
0
thumb
BRI Super League: Guntur Cahyo Utomo Ringankan Tugas Risto Vidakovic di PSIM, Tinggalkan Warisan Positif
• 23 jam lalu
0
thumb
Soal Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Panglima TNI: Siaga Dalam Rangka Mempertahankan NKRI!
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.