Pemerintah Target Raup Rp 30 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara 10 November

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp 30 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada Selasa (10/11). Lelang tersebut dilakukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, target indikatif lelang SUN ditetapkan sebesar Rp30 triliun. Sementara itu, target maksimal penyerapan mencapai 150 persen dari target indikatif atau sebesar Rp45 triliun.

Pelaksanaan lelang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/11) pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB. Adapun tanggal setelmen atau penyelesaian transaksi ditetapkan pada Kamis (12/11).

Dalam lelang kali ini, pemerintah menawarkan sembilan seri SUN yang terdiri dari tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (ON).

Untuk SPN, pemerintah menawarkan tiga seri baru atau new issuance, yakni SPN01261212 yang jatuh tempo pada 12 Desember 2026, SPN03270210 dengan jatuh tempo 10 Februari 2027, serta SPN12271111 yang jatuh tempo pada 11 November 2027. Ketiga seri tersebut ditawarkan dengan tingkat kupon berupa diskonto.

Sementara itu, untuk Obligasi Negara, pemerintah menawarkan enam seri, yakni FR0110, FR0111, FR0112, FR0113, FR0102, dan FR0105.

Seri FR0110 merupakan penerbitan ulang (reopening) dengan tingkat kupon 7,25 persen dan jatuh tempo pada 15 Mei 2032. Kemudian, FR0111 memiliki kupon 7 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2037.

Selanjutnya, seri FR0112 menawarkan kupon 7,25 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2042. Pemerintah juga menawarkan seri baru FR0113 dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) yang akan ditetapkan pada tanggal lelang dan jatuh tempo pada 15 April 2047.

Adapun dua seri lainnya merupakan penerbitan ulang, yakni FR0102 dengan kupon 6,875 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2054, serta FR0105 dengan kupon 6,875 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Khusus seri baru FR0113, pembayaran kupon dilakukan setiap enam bulan sekali, yakni pada 15 April dan 15 Oktober. Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 15 April 2027.

Dalam ketentuan lelang, alokasi pembelian nonkompetitif untuk SPN maksimal sebesar 99 persen dari penawaran pembelian yang dimenangkan. Sementara itu, untuk Obligasi Negara, alokasi pembelian nonkompetitif ditetapkan maksimal 30 persen dari penawaran pembelian yang dimenangkan.

Penetapan imbal hasil bagi pemenang lelang dengan penawaran nonkompetitif menggunakan imbal hasil rata-rata tertimbang dari hasil lelang SUN dengan penawaran kompetitif.

Lelang SUN tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik.

Adapun peserta lelang terdiri dari dealer utama, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Indonesia. Penjualan SUN akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Editorial MI: Membongkar Makar di Balik Penyadapan
• 17 jam lalu
0
thumb
Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu? Ini Penjelasannya
• 15 jam lalu
0
thumb
Motor Jadul Laris Disewa Buat Syuting, Honda CB 100 Paling Dicari
• 18 jam lalu
0
thumb
Ferry Paulus Apresiasi Borneo FC dan Persib Bandung Lolos Fase Knock Out Liga Champions Asia
• 9 jam lalu
0
thumb
Misteri Pesawat RI-002 yang Hilang pada 1948, Kisah Pilot Amerika yang Bantu Perjuangan Indonesia
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.