SMA Unggul Garuda Transformasi Buka Akses Kuliah di Luar Negeri

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Siswi kelas 12 SMAN 28 Jakarta, Fauziah Rachma Anjani (18), sempat memendam mimpi untuk berkuliah di luar negeri mengingat kondisi ekonomi keluarganya. Ia juga tak ingin membuat orang tuanya khawatir kalau ia harus jauh menimba ilmu di negeri orang.

Keberadaan program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT) memecah kebuntuan itu. Fau, panggilan Fauziah, tak lagi khawatir untuk mengejar mimpi  berkuliah di luar negeri.

"Program SUGT ini membuat (pikiran) saya terbuka bahwa kuliah tuh enggak harus di dalam negeri. Banyak kampus global di dunia yang bisa membuat saya lebih berkembang," kata Fauziah, dalam keterangan tertulis, Jumat, 6 November 2026.

Sebelum ada Sekolah Garuda, Fau bergidik tiap membayangkan bisa berkuliah di luar negeri. Selain biaya kuliah mahal, pengeluaran untuk kehidupan sehari-hari di luar negeri juga tak murah.

"Hal pertama yang saya pikirin untuk berkuliah di luar negeri itu pertama living cost ya, Kak. Dari segi biaya, waduh gimana nih kalau kuliah di luar negeri, pasti butuh biaya yang besar untuk kehidupan saya ataupun pendidikan saya," kenang Fau.


Siswi SMAN 28 Jakarta, Fauziah Rachma Anjani (kiri). Dok. Istimewa



Yang lebih berat lagi adalah restu orang tua. Meski tak langsung diutarakan, Fau sadar orang tuanya pasti khawatir kalau ia harus berkuliah jauh dari rumah.

Alhasil, ia mengurungkan niat tersebut. Menurutnya, berkuliah di dalam negeri lebih realistis.

Fau pun sudah mengincar untuk kuliah di fakultas hukum di sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) yang tak jauh dari rumah. Sejak kelas 10, Fau memang mengincar untuk bisa berkuliah di fakultas hukum.

Pintu harapan terbuka bagi Fauziah saat ada sosialisasi mengenai program SUGT di sekolahnya. Tahun ini, SMAN 28 Jakarta menjadi sekolah yang mendapatkan program SUGT.

Dari sosialisasi ini, mata dan pikirannya terbuka. Orang tua pun tidak khawatir karena dilibatkan dalam sosialisasi maupun seleksi, sehingga dua kekhawatiran Fau langsung sirna.

Seleksi SUGT langsung melibatkan orang tua siswa. Orang tua diminta menandatangani surat persetujuan, sehingga Fau merasa lega karena keinginannya didukung penuh orang tua.

"Jadi, orang tua tuh sangat mendukung dan gembira ketika saya menentukan bahwa saya ingin berkuliah di luar negeri," katanya.

Kini, Fau menjadi satu dari 96 siswa SMAN 28 Jakarta yang lolos seleksi program SUGT. Puluhan siswa ini digembleng oleh pengajar berpengalaman dari sejumlah PTN untuk bisa lolos berkuliah di luar negeri lewat jalur beasiswa.

Baca Juga :

Pendaftaran Kasubbag TU SMA Unggul Garuda Diperpanjang, Cek Jadwal Terbaru
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan program SUGT bagi SMA/MA yang memenuhi sejumlah kriteria seperti terakreditasi A dan memiliki prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Program SUGT memberikan sejumlah pengayaan, yakni program pelatihan manajemen sekolah, pelatihan guru dan tenaga kependidikan, hingga pembinaan peserta didik.

Program SUGT adalah upaya pemerintah untuk mendekatkan pendidikan berkualitas bagi para peserta didik dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Agar kelak ilmu yang mereka dapatkan bisa digunakan untuk mengabdi bagi kepentingan bangsa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
OJK Waspadai Persaingan Bunga Deposito Jelang Akhir Tahun
• 14 jam lalu
0
thumb
Prediksi Madura United Vs Arema FC di BRI Super League: Tuan Rumah Ingin Patahkan Rekor Buruk di Derbi Jatim
• 9 jam lalu
0
thumb
Pilihan Motor Touring dengan Harga Terjangkau 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Artis Lintas Generasi hingga Rapper MAC Bakal Ramaikan Pagelaran Puisi Syair Bumi
• 21 jam lalu
0
thumb
Sukses Jadikan Solo Raya Percontohan Aglomerasi, Ahmad Luthfi Raih Agglomeration Leadership Award
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.