JAKARTA, DISWAY.ID - Bobby Rasyidin, Direktur Utama (Dirut) PT KAI terseret dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina periode 2018-2023.
Dalam penyidikan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp2 miliar dari Bobby Rasyidin.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan Bobby Rasyidin yang merupakan Dirut KAI tersebut berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi digitalisasi SPBU.
BACA JUGA:DPR Minta Dirut KAI Mundur Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Soroti Kegagalan Sistem Keselamatan
"Dalam penyidikan perkara itu telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp2 miliar dari salah seorang saksi, saudara BR," kata Budi di Jakarta pada Jumat, 6 November 2026.
Namun, Budi belum menjelaskan secara rinci keterkaitan Bobby dalam perkara ini.
Diketahui bahwa sebelum menjadi orang nomor 1 di KAI, Bobby pernah membangun karier di PT Len Industri yang bergerak di bidang elektronika untuk industri dan infrastruktur.
Profil Bobby Rasyidin Dirut KAIBobby Rasyidin lahir di Padang, 31 Oktober 1974.
BACA JUGA:Kenang Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Dirut KAI Siapkan Tugu Memorial
Bobby Rasyidin saat ini menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Dikutip laman resmi PT LEN Industri (Persero), Bobby merupakan lulusan teknik Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1996.
Dirut KAI itu mengenyam pendidikan S2 dua kali. Ia meraih gelar Master of Psychology Management di Naperville pada 1999 dan gelar MBA di UNSW Sydney pada tahun 2000.
Sebelum menjabat sebagai Dirut KAI, Bobby dipercaya di beberapa jabatan strategis perusahaan.
Bobby menjabat Direktur Utama PT Alcatel Lucent Indonesia selama tiga tahun hingga 2015.
Pria kelahiran Padang itu juga pernah ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Akses Prima Indonesia pada periode 2016-2021 dan Komisaris Utama PT Len Komunikasi Indonesia tahun 2016-2019.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)