Pantau - Atlet berkuda Indonesia Nusrtdinov Zayan Fatih berhasil mengantarkan Tim Asia meraih medali emas nomor Continental Team Federasi Equestrian Internasional (FEI) dalam rangkaian Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026 di Senegal.
Atlet yang akrab disapa Dinov tersebut memperkuat Tim Asia bersama tiga atlet dari India, Uni Emirat Arab, dan China hingga berhasil mengungguli lima tim regional lainnya.
Keberhasilan tersebut diraih melalui akumulasi hasil pertandingan nomor lompat rintangan atau jumping yang berlangsung di Equestrian Centre, Diamniadio, Senegal.
Dinov mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut, tetapi tetap memusatkan perhatian pada final nomor Individual Jumping yang dijadwalkan berlangsung Jumat (6/11/2026).
"Senang sekali dan cuma bisa bersyukur. Namun, masih ada satu pertandingan lagi, jadi saya akan tetap berusaha fokus. Saya hanya ingin menjaga kondisi fisik untuk final dan bertanding semaksimal mungkin. Karena kemenangan itu datang dari Tuhan," ujar Dinov dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Tim Asia Kalahkan Lima Tim Regional dalam Kompetisi FEITim Asia diperkuat empat atlet berkuda muda yang berasal dari negara berbeda.
Selain Nusrtdinov Zayan Fatih dari Indonesia, tim tersebut beranggotakan Sresht Raju Mantena dari India, Alya Adnan Awadh Almheiri dari Uni Emirat Arab, dan Ruirui Sun dari China.
Keempat atlet tersebut mengumpulkan hasil pertandingan yang menempatkan Tim Asia pada posisi teratas klasifikasi beregu FEI.
Kompetisi Continental Team diikuti 24 atlet yang terbagi dalam enam tim regional.
Enam tim tersebut berasal dari Afrika, Eropa, Inter-Amerika, Amerika Selatan, Asia, dan Intercontinental.
Setiap tim terdiri atas empat atlet yang juga mengikuti pertandingan nomor individu.
Hasil penampilan para atlet pada babak kualifikasi individu turut diperhitungkan dalam penentuan peringkat beregu.
Dinov Catat 12 Poin Penalti dan Lolos Final IndividuDinov mengawali penampilannya pada kualifikasi pertama yang berlangsung Selasa (3/11/2026).
Dalam pertandingan tersebut, ia mencatatkan waktu 87,12 detik dengan delapan poin penalti.
Pada kualifikasi kedua, Dinov memperbaiki catatan penampilannya dengan membukukan waktu 72,60 detik dan empat poin penalti.
Dari dua babak tersebut, atlet Indonesia itu mengumpulkan total 12 poin penalti.
Hasil tersebut menempatkan Dinov pada peringkat ke-11 klasemen gabungan individu.
Posisi tersebut sekaligus memastikan dirinya lolos ke final Individual Jumping.
Penampilan Dinov juga memberikan kontribusi terhadap perolehan nilai Tim Asia yang akhirnya meraih medali emas Continental Team.
Dinov Beradaptasi dengan Kuda Undian di DakarDalam kompetisi berkuda FEI di Dakar, para peserta menggunakan kuda yang disediakan panitia melalui sistem undian atau borrowed horse.
Ketentuan tersebut mengharuskan atlet menyesuaikan diri dengan karakter kuda yang belum terbiasa mereka tunggangi.
Dinov mendapatkan kuda bernama Ucaral de Beaujour untuk digunakan selama pertandingan.
Ia mengaku mampu membangun kecocokan dengan kuda tersebut setelah menjalani beberapa sesi latihan.
"Kami harus beradaptasi dengan cepat. Setelah beberapa kali latihan, saya sudah cukup mengenal kuda yang saya gunakan, meskipun belum 100 persen. Namun, saya sudah bisa mengandalkannya," kata Dinov.
Selain penyesuaian dengan kuda, para atlet juga harus menghadapi kondisi cuaca panas di Dakar.
Namun, Dinov mengatakan cuaca tidak menjadi hambatan berarti karena dirinya terbiasa berlatih di luar ruangan.
"Karena saya sudah sering berolahraga di luar ruangan, menurut saya cuacanya tidak terlalu berbeda. Saya juga sangat senang bisa berada di Afrika," tambahnya.
Kontingen Indonesia Apresiasi Emas Tim AsiaKepala Kontingen atau Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk YOG Dakar 2026, Ita Yuliati, mengapresiasi kontribusi Dinov dalam keberhasilan Tim Asia.
Menurut Ita, pencapaian tersebut menjadi pengalaman penting bagi Dinov sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya menjelang final nomor individu.
"Alhamdulillah, kami bangga dengan kontribusi Dinov untuk Tim Asia. Ini menjadi pengalaman yang berharga sekaligus menambah kepercayaan dirinya menjelang final individu. Kami berharap Dinov bisa menjaga fokus, tampil maksimal, dan menjadikan pengalaman di Dakar sebagai bekal untuk terus berkembang hingga ke panggung Olimpiade senior," ujar Ita.
Meski demikian, medali emas Continental Team merupakan penghargaan dari FEI dan tidak masuk dalam penghitungan medali resmi Youth Olympic Games Dakar 2026.
Dengan demikian, keberhasilan Tim Asia tersebut tidak menambah jumlah medali Indonesia dalam klasemen resmi Olimpiade Remaja.
Indonesia Koleksi Satu Perak dan Satu Perunggu di Dakar 2026Berdasarkan klasemen sementara yang dilaporkan, kontingen Indonesia berada di peringkat ke-37 dengan koleksi satu medali perak dan satu medali perunggu.
Medali perak dipersembahkan atlet wushu Asael Christo Jacob Rondonuwu dari nomor Men's Changquan Combined.
Sementara itu, medali perunggu diraih pejudo Sashenka Cahaya Fatimah dari kelas 63 kilogram putri.
Indonesia masih memiliki peluang menambah medali melalui sejumlah atlet yang dijadwalkan bertanding pada Jumat (6/11/2026).
Selain Dinov yang akan tampil pada final Individual Jumping, perenang Michelle Surjadi Fang dijadwalkan mengikuti nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri.
Perenang Reynard Delian Purwanto juga dijadwalkan turun pada nomor 200 meter gaya bebas putra.
Sementara itu, atlet triatlon putri Aira Martha Adistri akan memulai pertandingan di Sally, Senegal.





Komentar (0)