Kemenpar Dampingi Revalidasi Lima Geopark Indonesia, UNESCO Beri Rekomendasi Perbaikan Meski Raih Kartu Hijau

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan pendampingan teknis, peningkatan kapasitas pengelola, promosi, dan penguatan fasilitas di lima taman bumi atau geopark Indonesia yang berhasil mempertahankan status kartu hijau UNESCO dalam proses revalidasi 2026.

Kelima kawasan tersebut adalah Belitong, Ijen, Raja Ampat, Merangin Jambi, dan Maros-Pangkep yang menjalani evaluasi dalam jaringan UNESCO Global Geoparks (UGGp).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah berupaya memperkuat tata kelola geopark agar memenuhi standar konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Dukungan tersebut diwujudkan melalui sejumlah program strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta.

Pendampingan tersebut mencakup pengembangan fasilitas wisata, peningkatan kompetensi pengelola, serta dukungan selama proses penilaian lapangan oleh tim UNESCO.

Kemenpar Perkuat Fasilitas Geopark Belitong dan Ijen

Di Belitong, Kementerian Pariwisata menggelar seminar dan lokakarya untuk meningkatkan kualitas tata kelola kawasan geopark.

Kegiatan tersebut juga diarahkan pada penguatan promosi pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

Selain itu, kementerian menyediakan 40 papan imbauan edukatif mengenai keselamatan pengunjung di tiga situs geologi atau geosite.

Penyediaan papan informasi tersebut menjadi bagian dari peningkatan fasilitas pendukung wisata dan edukasi.

Sementara itu, di Geopark Ijen, Kemenpar melakukan peninjauan terhadap pusat informasi geologi.

Kementerian juga membantu penyediaan bahan informasi yang dapat dimanfaatkan wisatawan dan tim penilai UNESCO selama proses revalidasi.

Raja Ampat dan Merangin Jambi Dapat Dukungan Pengembangan Wisata

Di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dukungan Kemenpar diwujudkan melalui penyelenggaraan Geotourism Festival and International Conference (GEOFEST).

Kegiatan tersebut mencakup dialog budaya, lokakarya anyaman, pameran makanan khas berbasis potensi geologi atau geofood, serta kunjungan ke sejumlah situs geologi.

Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan kekayaan geologi dan budaya Raja Ampat sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat setempat.

Sementara itu, di Merangin Jambi, Kemenpar memfasilitasi pelatihan pemandu gunung yang diikuti 50 peserta.

Kementerian juga memberikan dukungan promosi untuk meningkatkan pengenalan kawasan geopark kepada masyarakat dan wisatawan.

Maros-Pangkep Dapat Pendampingan Tata Kelola dan Akses Wisata

Kementerian Pariwisata turut memberikan pendampingan kepada pengelola Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan.

Pendampingan dilakukan melalui bimbingan teknis peningkatan tata kelola fasilitas pendukung atau amenitas serta aksesibilitas destinasi pariwisata.

Kemenpar juga meninjau kesiapan sejumlah situs geologi yang menjadi bagian dari kawasan tersebut.

Selain pendampingan di masing-masing geopark, kementerian membantu proses teknis dan administratif selama kunjungan lapangan tim revalidasi UNESCO di Belitong dan Ijen.

Pemantauan terhadap tahapan pra-revalidasi dan revalidasi juga dilakukan di Merangin Jambi.

Langkah tersebut bertujuan membantu pengelola memenuhi kebutuhan evaluasi sesuai standar UNESCO.

UNESCO Minta Sejumlah Geopark Tingkatkan Fasilitas dan Konservasi

Meski berhasil mempertahankan status kartu hijau, sejumlah geopark Indonesia masih menerima rekomendasi perbaikan dari UNESCO.

Geopark Ijen dan Merangin Jambi diminta meningkatkan fasilitas serta papan informasi bagi pengunjung.

Kedua kawasan tersebut juga mendapat rekomendasi untuk memperkuat kerja sama dengan taman nasional.

Sementara itu, Raja Ampat diminta meningkatkan perlindungan situs geologi utama dan memperbaiki fasilitas pengunjung.

UNESCO juga merekomendasikan penguatan kerja sama dengan Cagar Biosfer UNESCO serta perluasan pendidikan geopark hingga tingkat sekolah dasar.

Adapun Geopark Maros-Pangkep menerima enam rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti dalam empat tahun mendatang.

Rekomendasi tersebut antara lain mencakup perbaikan informasi pada situs web, penguatan tata kelola, dan pengembangan jalur geowisata bahari atau marine geotrails.

Pengesahan Kartu Hijau UNESCO Dijadwalkan April 2027

Widiyanti menjelaskan bahwa hasil keputusan Dewan UNESCO Global Geoparks masih akan diajukan kepada Dewan Eksekutif UNESCO.

Proses pengesahan dijadwalkan berlangsung dalam sidang musim semi pada April 2027.

Setelah pengesahan, UNESCO akan menyelenggarakan seremoni penyerahan sertifikat kartu hijau kepada geopark yang berhasil mempertahankan statusnya.

Pemerintah menargetkan seluruh pengelola geopark dapat menindaklanjuti rekomendasi UNESCO melalui langkah perbaikan yang terukur.

“Target kita adalah mempertahankan predikat kartu hijau sebagai bukti bahwa pengelolaan kawasan telah mampu menyeimbangkan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap rekomendasi UNESCO harus ditindaklanjuti melalui aksi nyata dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DPR Usulkan Aset Hasil Investasi Bodong Dikembalikan ke Korban melalui RUU Perampasan Aset
• 22 jam lalu
0
thumb
Kementerian PKP Bangun 2.212 Rumah Tahan Gempa untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Target Rampung Desember 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
RUU Perampasan Aset Bakal Tegaskan Hukuman Mati bagi Koruptor, Ini Penjelasan DPR
• 8 jam lalu
0
thumb
Jokowi Tegaskan Foto di Ijazah UGM: Foto Saya, Yang Mulia. Untuk Apa Dipasang Fotonya Dumatno Budi Utomo
• 23 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Jamin Tak Ada Cetak Sawah-PSN di Taman Nasional Wasur yang Terbakar
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.