Michigan, VIVA - Senator muslim terpilih, Abdul El-Sayed buka suara mengenai serangan bernada Islamofobia yang dialaminya selama berkampanye dalam pemilihan Senat di Michigan. Untuk diketahui, Presiden Donald Trump, JD Vance, dan Ted Cruz berulang kali menyerang politikus Partai Demokrat tersebut karena keyakinannya sebagai seorang Muslim.
Vance diketahui pernah menyebut ada sesuatu yang sangat-sangat jahat dalam diri El-Sayed. Sementara itu, Trump menyebut senator muslim itu sebagai seorang Jihadis dan menyarankan agar El-Sayed menjalani pemeriksaan detector logam sebelum memasuki Gedung Senat
"Mereka sebenarnya bukan menyerang saya. Mereka menyerang gagasan tentang Amerika yang cukup terbuka untuk menerima orang seperti saya. Saya tidak mempertaruhkan apa pun berdasarkan kemampuan diri saya. Saya justru bertaruh pada kebaikan hati masyarakat Michigan," kata dia dikutip dari laman Mandatory, Jumat (6/11/2026).
Dia juga mengkritik para politikus yang memilih untuk merendahkan kualitas politik daripada beradu gagasan dan membahas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Abdul El-Sayed Tantang Trump Jalani Tes Kebohongan Usai Serangan Selama KampanyeEl-Sayed turut menanggapi pernyataan Trump mengenai pemeriksaan detektor logam. Dia bahkan melontarkan tantangan balik kepada presiden AS itu.
"Saya bersedia menjalani pemeriksaan detektor logam kapan saja karena tidak ada yang perlu saya sembunyikan. Namun, Donald, jika Anda menonton ini, tawaran untuk menjalani tes pendeteksi kebohongan masih berlaku," ujarnya.
Politikus Partai Demokrat itu juga menjelaskan mengapa dirinya menilai Partai Republik memilih menyerang keyakinannya daripada membahas persoalan kebijakan publik.
"Jika mereka punya sesuatu untuk disampaikan mengenai harga bahan bakar, harga kebutuhan pokok, atau kenyataan bahwa masyarakat kesulitan mendapatkan layanan dokter, mereka pasti sudah membicarakannya. Namun, mereka memang tidak punya sesuatu untuk disampaikan," kata El-Sayed.
Dia kemudian menggambarkan strategi politik semacam itu sebagai sebuah kecanduan. Menurutnya, politikus yang menggunakan pernyataan provokatif dan memecah belah masyarakat sering kali merasa harus terus membela sekaligus mengulang pernyataan tersebut.
"Saya berharap bisa mengatakan, 'Ya Tuhan, saya benar-benar terkejut.' Namun, seperti yang sudah saya katakan, saya sudah menjadi diri saya sendiri sepanjang hidup," ujarnya.






Komentar (0)