Bromo Erupsi, Wisata Tetap Berjalan dengan Pembatasan Kawasan

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS — Erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026) sore, tidak serta-merta membuat kawasan wisata di sana ditutup. Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memperketat pengawasan dan membatasi aktivitas masyarakat serta wisatawan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif.

Erupsi Bromo pada Kamis adalah yang pertama pada 2026. Tinggi kolom letusan mencapai 500 meter di atas puncak gunung setinggi 2.829 meter di atas permukaan laut itu.

Erupsi memicu kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal ke arah barat. Di seismograf, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik. Status Bromo kini tercatat Waspada.

”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini, rekomendasinya masih mencakup 1 kilometer dari pusat aktivitas. Erupsi susulan juga masih bisa terjadi,” ujar Ketua Tim Kerja Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Heruningtyas Desi Purnamasari, Jumat (6/11/2026).

Selain itu, Heruningtyas juga mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mewaspadai letusan freatik yang bisa muncul tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.

Pada Juli 2019, Bromo mengalami erupsi freatik tanpa didahului peningkatan kegempaan signifikan. Sementara pada Desember 2023 gunung ini sempat mengalami peningkatan aktivitas dengan embusan asap dari kawah.

Baca JugaMereka Gugur di Medan Tempur Karhutla Bromo

Kondisi ini tidak serta-merta membuat kawasan wisata di Bromo ditutup. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, seperti rekomendasi PVMBG, pihaknya membatasi aktivitas warga dan wisatawan dalam radus 1 km dari kawah aktif. Adapun jarak dalam radius 1 km dari puncak itu meliputi kawasan tangga menuju kawah hingga sebagian lautan pasir.

”Wisatawan dan pelaku wisata untuk mengikuti aturan-aturan yang ada demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Selain Bromo, Gunung Semeru juga erupsi dalam dua hari terakhir. Jarak kawah Semeru dengan Bromo sekitar 70 km.

Pada Kamis (5/11/2026), Semeru mengalami delapan kali erupsi dan tiga di antaranya disertai awan panas guguran hingga yang terjauh sepanjang 4.500 meter ke arah tenggara atau Curah Kobokan.

Sepanjang Jumat (6/11/2026) hingga pukul 08.37 WIB, Semeru telah mengalami tujuh kali erupsi, masing-masing pukul 00.35 WIB, 02.42, 02.51, 04.42, 05.35, 08.37, dan terakhir 09.36 WIB. Kolom abu tertinggi teramati 700 meter di atas puncak, berwarna putih-kelabu dengan intensitas sedang ke tenggara.

Saat ini, Rudijanta mengatakan, Semeru hampir tiap hari mengalami erupsi. Bahkan, catatan PVMBG, sepanjang 2026, Semeru mengalami 2.163 kali erupsi.

’Status gunung masih stabil di Siaga. Kalau kita tutup pendakian Semeru bukan karena status kegunungapian, tetapi antisipasi kebakanan hutan dan lahan. Status Semeru berubah saat erupsi akhir tahun lalu,” kata Rudijanta.

Baca JugaDahsyatnya Letusan Gunung Semeru

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ruby Mining Batal Akuisisi Puri Sentul (KDTN)
• 4 jam lalu
0
thumb
Tanda-tanda HP Disadap dan Cara Mengatasinya
• 5 jam lalu
0
thumb
Usai Hadiri Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Posting Jalan-jalan ke Mal Bareng Kaesang Pangarep
• 43 menit lalu
0
thumb
10 Ucapan Selamat Hari Pahlawan 10 November 2026, Referensi Caption Media Sosial
• 3 jam lalu
0
thumb
Ketum BPPKB Desak Polri Usut Tuntas Penyadapan Prabowo
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.