Wall Street Merosot Tajam usai Pemilu AS, Trump Salahkan Partai Demokrat

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Partai Demokrat atas aksi jual besar-besaran di Wall Street usai pemilu paruh waktu.

Wall Street Merosot Tajam usai Pemilu AS, Trump Salahkan Partai Demokrat. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Partai Demokrat atas aksi jual besar-besaran di Wall Street usai pemilu paruh waktu. 

"Pasar saham mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarahnya akibat hasil pemilu," kata Trump di media sosial, dilansir dari Investing pada Kamis (6/11/2026).

Baca Juga:
Wall Street Anjlok Akibat Penurunan Tajam Saham Sektor Teknologi, Nasdaq Menuju Fase Koreksi

"Sungguh menyedihkan untuk disaksikan! Butuh kerja keras untuk membawa kita ke level sebelumnya yang memecahkan rekor, namun kemudian ini terjadi," katanya.

Dalam pemilu paruh waktu yang digelar pekan ini, Partai Demokrat berhasil merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat dari Partai Republik yang dipimpin Trump.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Indeks Nasdaq Turun 5,5 Persen

Partai Demokrat juga mencatat kemenangan dalam sejumlah pemilihan gubernur yang krusial, serta sukses mendorong kebijakan lokal yang membatasi pengembangan pusat data (data center).

Awalnya, Wall Street menyambut baik hasil pemilu. Pada Rabu, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.569 poin atau 3,0 persen, sementara S&P 500 naik 1,6 persen dan Nasdaq Composite menguat 1,4 persen, seiring dengan harapan investor akan berkurangnya ketidakpastian politik.

Baca Juga:
Indikator Ketakutan Wall Street Melonjak, Aksi Jual Besar-besaran Terjadi

Namun, tren kenaikan tersebut berbalik drastis pada Kamis saat para investor mulai mengevaluasi kembali dampak kemenangan Partai Demokrat terhadap industri kecerdasan buatan (AI).

Indeks S&P 500 anjlok 4,4 persen ke level 7.353,73, penurunan tertajam sejak aksi jual akibat kebijakan tarif pada April 2025. Dow kehilangan 1.833 poin atau 3,4 persen, sementara Nasdaq merosot 5,5 persen, mencatatkan sesi terburuk dalam 18 bulan terakhir. Indeks Russell 2000 juga turun 4,4 persen.

Penurunan ini terutama terjadi pada saham sektor teknologi dan semikonduktor, di tengah kekhawatiran bahwa para legislator dari Partai Demokrat serta gubernur yang baru terpilih mungkin akan menerapkan pembatasan yang lebih ketat terhadap pembangunan pusat data, yang berpotensi menghambat industri AI.

Saham Nvidia turun sekitar 9,0 persen, Advanced Micro Devices anjlok 17 persen, dan Micron melemah lebih dari 17 persen.

Menurut Reuters, kapitalisasi pasar Nasdaq menyusut sekitar USD2 triliun selama aksi jual pada Kamis. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ledakan Gas di Kebon Jeruk Rusak 9 Rumah, 7 Warga Luka-luka hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
• 3 jam lalu
0
thumb
Polisi Tes Urine Sopir Truk Molen Tewaskan 6 Orang di Bekasi, Ini Hasilnya
• 21 jam lalu
0
thumb
Bacakan Nota Keberatan, Silmy Karim Protes OTT KPK
• 22 jam lalu
0
thumb
Listyo Cs Tersangka Penyadapan Prabowo, Mahfud MD: Pecat Secara Tidak Hormat!
• 12 jam lalu
0
thumb
Warga Makassar Keluhkan Tagihan Listrik Melonjak Padahal Pemakaian Normal
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.