Canva Umumkan PHK dan Restrukturisasi, 1.271 Karyawan Terdampak

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Canva, salah satu perusahaan rintisan (start-up) paling ternama di Australia, mengumumkan perombakan bisnis yang akan berdampak pada 22% pekerjanya, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melansir laman BBC, Jumat, 6 November 2026, dalam peristiwa yang disebut sebagai momen tersulit sepanjang tiga belas tahun sejarah kami itu salah satu pendiri sekaligus CEO, Melanie Perkins, menyatakan bahwa 1.271 orang akan terdampak—baik kehilangan pekerjaan, diminta untuk pindah lokasi kerja, maupun mengalami perubahan peran. Dampak AI Grogoti Kinerja Perusahaan
Nilai perusahaan dilaporkan telah turun dalam setahun terakhir di tengah kekhawatiran mengenai dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap bisnis mereka, serta tingginya biaya untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam platform mereka.

"Ini adalah tahun tersulit bagi kami. Seperti yang telah kami sampaikan awal tahun ini, pertumbuhan kami melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir," tulis Perkins kepada para staf.
 

Baca Juga :

Canva Craft Resmi Meluncur, AI Pembuat Gambar yang Dirancang Khusus untuk Desain


Perkins menyebut keputusan yang sangat berat ini akan membawa perubahan signifikan.

"Bagi sebagian orang, ini berarti perubahan peran atau permintaan untuk pindah ke pusat operasional utama. Sayangnya, ini juga berarti harus berpisah dengan rekan kerja dan teman-teman yang telah membantu membangun Canva hingga seperti sekarang ini," imbuhnya.

Perusahaan yang memiliki staf di 37 negara ini menyatakan bahwa Sydney akan menjadi "basis utama" bagi sebagian besar tim produk mereka. Canva Terapkan Bekerja Secara Hybrid  
Selain itu, mulai tahun depan, karyawan dengan sistem kerja hibrida akan diminta untuk hadir di kantor selama dua hingga tiga hari dalam seminggu.

Sebelumnya pada tahun ini, dua pihak pendukung Canva, Blackbird Ventures dan Airtree, dilaporkan telah menurunkan valuasi perusahaan dari 60 miliar dolar Australia (USD41,8 miliar; £31,1 miliar) pada akhir tahun lalu menjadi sekitar 49 miliar dolar Australia

Canva juga dilaporkan telah menurunkan valuasi internalnya sendiri di tengah melonjaknya biaya terkait pengembangan AI untuk peluncuran produk-produk baru.

"Teknologi baru mengubah apa yang bisa diciptakan orang, cara mereka menciptakannya, serta apa yang mereka harapkan dari produk yang mereka gunakan," ujar Perkins dalam catatannya.

Perkins, yang meninggalkan bangku universitas pada usia 19 tahun untuk mendirikan usaha pertamanya, meluncurkan Canva pada tahun 2013.

Perusahaan ini menawarkan berbagai templat dan perangkat untuk membantu pengguna—bahkan mereka yang tidak memiliki keahlian teknis atau latar belakang desain—dalam membuat beragam grafis dan presentasi berpenampilan profesional, mulai dari undangan pernikahan hingga materi presentasi bisnis (pitch deck).


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Canva Umumkan PHK dan Restrukturisasi, 1.271 Karyawan Terdampak Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/global/1bVzxYGb-canva-umumkan-phk-dan-restrukturisasi-1-271-karyawan-terdampak

(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Meski Sudah Pisah Rumah, Anthony Xie Sebut Audi Marissa Tak Lepas Tangan Urus Anak
• 3 jam lalu
0
thumb
KPK Lantik Achmad Taufik Jadi Direktur Penyidikan
• 4 jam lalu
0
thumb
Aplikasi Identitas Kependudukan Digital Versi Terbaru Sebagai Solusi Lupa PIN dan OCR
• 16 jam lalu
0
thumb
Polemik Revisi UU Tipikor: Memperkuat atau Memperlemah Penanganan Korupsi?
• 20 jam lalu
0
thumb
Jelang Rebalancing Indeks MSCI, Dirut BEI Harap Upaya Transparansi Diapresiasi
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.