Progres Proyek 10 Rumah Pompa Baru untuk Hadapi Musim Hujan di Surabaya Sudah 85 Persen

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengebut proyek pembangunan 10 rumah pompa baru untuk mengantisipasi banjir menjelang musim hujan yang menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi pada Desember.

Hidayat Syah Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mengatakan progres pembangunan saat ini rata-rata sudah mencapai 85 persen.

“Kita tahu bahwa musim hujan itu di Desember sudah mulai turun dari BMKG, dan itu sudah disampaikan, semua banyak yang sudah tahu. Kemarin Pak (Eri Cahyadi) Wali inspeksi dan pekerjaan rumah pompa kita itu rata-rata sudah 85 persen. Dan pompa itu sudah ada di sana dan juga kolom pipa sudah kepasang, kebanyakan seperti itu,” kata Hidayat saat on air di program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (6/11/2026).

Kiri ke kanan: Dedy Purwito Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah Kepala DSDABM Kota Surabayam dan Adi Gunita Kabid Drainase DSDABM Kota Surabaya saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (6/11/2026), membahas persiapan menghadapi musim penghujan di Kota Surabaya. Foto: Billy suarasurabaya.net

Hidayat membeberkan, ada lima rumah pompa yang jadi perhatian utama karena berada di kawasan yang selama ini memiliki persoalan genangan dan banjir. Lokasinya meliputi Nginden AWS atau kawasan Gereja Bethany, Panjang Jiwo, Tambak Segaran, Dharmahusada, dan Tanjungsari.

Selain itu, pembangunan rumah pompoa juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, termasuk Tambak Mayor, Teluk Betung, Teluk Bayur, serta kawasan Ketintang Pegadaian.

Hidayat menjelaskan, sebagian besar pompa dan jaringan pipa telah terpasang. Tapi, masih ada pekerjaan pendukung yang harus diselesaikan, termasuk penyediaan perangkat kelistrikan dari PLN.

Targetnya, kata Hidayat, rumah pompa itu mulai diuji coba pada 20 November 2026. Penambahan rumah pompa itu akan melengkapi 83 rumah pompa yang sudah ada.

“Kita berharap tanggal 20 November ini, itu sudah sudah mulai komisioning. Komisioning itu sudah mulai tes pompa-nya. Supaya nanti pada saat 1 Desember-nya, Pak Wali sudah mulai keliling sekaligus nyoba,” tambahnya.

Adapun proyek terbesar, yaitu yang berada di kawasan Nginden AWS atau Bethany. Rumah pompa itu dirancang untuk membantu mengatasi banjir di kawasan Semolowaru, Nginden, dan sekitarnya.

Kata Hidayat, proyek itu sebenarnya direncanakan selesai tahun depan. Tapi, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya meminta pengerjaannya dipercepat agar dapat digunakan pada musim hujan tahun ini.

“Betani itu yang paling besar. Jadi harusnya itu, karena pekerjaan paling besar itu tahun depan harusnya selesainya. Tapi ini dikebut. kami kebut dan Pak Wali memang minta itu tahun ini harus selesai,” jelasnya.

Rumah pompa Nginden dirancang memiliki kapasitas gabungan mencapai 23 meter kubik per detik. Pembangunannya juga dilengkapi pintu air dan saluran penghubung yang memperpendek jalur pembuangan menuju Kali Jagir.

Menurut Hidayat, sistem itu dipilih setelah dilakukan kajian bersama sejumlah pihak, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

“Kalau tidak, kita terpaksa tiga saluran itu kita kasih rumah pompa semua. Nah, itu (biayanya) lebih tinggi lagi. Jadi akhirnya kami tarik di shortcut semua ke sana. Tapi pada saat itu juga pompanya jumlahnya harus banyak. Jadi, pompa di situ nanti totalnya ada 23 m3 per detik,” katanya.

Meski optimistis, Hidayat mengakui efektivitas rumah pompa dan sistem drainase yang dibangun masih harus dibuktikan melalui pengujian operasional. “Ya kita upayakan semua toh. Sekarang ini kan sudah kita ke sana mengarahnya. Tinggal kita uji nanti. Dan insyaallah bisa itu,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Adi Gunita Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya menjelaskan, pembangunan infrastruktur itu jadi bagian dari upaya mengurangi titik genangan yang masih tersisa di Surabaya. Berdasarkan pendataan DSDABM Kota Surabaya, hingga hari ini, penanganan secara kumulatif telah dilakukan terhadap sekitar 414 titik.

“Tapi kita masih ada punya PR nih ceritanya. Sekitar sampai dengan per hari ini ada 124 titik genangan yang memang intervensinya nanti 2027 dan 2028 sudah clear dan tuntas,” ujar Adi.

Ia mengakui, kawasan dengan genangan yang paling mengganggu aktivitas masyarakat bakal jadi prioritas penyelesaian tahun ini, meliputi kawasan depan SMAN 14 Tenggilis, sekitar BPOM dan area kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo di Jalan Karang Menjangan, Tanjungsari, Tambak Mayor, dan Margomulyo.

Adi menjelaskan, pembangunan rumah pompa dan saluran penghubung itu diharapkan mampu mempercepat waktu surutnya air. Salah satu contohnya di kawasan Semolowaru, yang selama ini butuh waktu hingga lima jam untuk mengalirkan air setelah hujan.

“Karena memang jalurnya panjang, Mbak. Jadi untuk outlet-nya itu jalur saluran primer Semampir yang nanti outlet-nya dibuat di pompa air Medokan Semampir itu jalurnya sangat panjang,” jelasnya.

Karena itu, DSDABM membangun jalur pembuangan yang lebih pendek menuju Kali Jagir Wonokromo agar air dari kawasan tersebut dapat dialirkan lebih cepat.

“Makanya yang disampaikan pak Kadis (Hidayat) kita perlu ada langkah upaya sifatnya akselerasi dengan shortcut Untuk memotong jalur supaya pendek, supaya itu bisa langsung rilis ke Kali Jagir Wonokromo,” bebernya. (bil/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PNM dan ABPEDNAS Kerja Sama Perkuat Literasi Keuangan, Dorong Pemberdayaan Ekonomi dari Desa
• 23 jam lalu
0
thumb
Menteri Ekonomi Bavaria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel Berlin
• 19 jam lalu
0
thumb
Ketum BPPKB Desak Polri Usut Tuntas Penyadapan Prabowo
• 18 jam lalu
0
thumb
Amran Beri Kabar Baik untuk Petani Jagung dan Peternak Ayam, Apa Itu?
• 22 jam lalu
0
thumb
Geger Mayat Perempuan Bersimbah Darah di Kamar Kos Cimahi, Polisi: Korban Penganiayaan
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.