Jakarta: Harga emas Antam naik Rp8.000 per gram menjadi Rp2.565.000 per gram dari semula Rp2.557.000 per gram. Sementara harga beli kembali (buyback) juga naik ke angka Rp2.370.000 per gram.
Melansir Antara, Jumat, 6 November 2026, harga emas batangan Antam sewaktu-waktu bisa berubah. Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Adapun untuk harga beli emas Antam dikenakan pajak PPh 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi. Berikut daftar lengkap harga dasarnya:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.332.500.
- ?Harga emas 1 gram: Rp2.565.000.
- ?Harga emas 2 gram: Rp5.070.000.
- ?Harga emas 3 gram: Rp7.580.000.
- ?Harga emas 5 gram: Rp12.600.000.
- ?Harga emas 10 gram: Rp25.145.000.
- Harga emas 25 gram: Rp62.737.000.
- ?Harga emas 50 gram: Rp125.395.000.
- ?Harga emas 100 gram: Rp250.712.000.
- ?Harga emas 250 gram: Rp626.515.000.
- ?Harga emas 500 gram: Rp1.252.820.000.
- ?Harga emas 1.000 gram: Rp2.505.600.000.
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Baca Juga :
Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2,557 Juta/GramHarga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Harga emas dunia melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya, di tengah perhatian pasar yang tertuju pada aksi jual besar-besaran di Wall Street.
Melansir Investing, Jumat, 6 November 2026, kekhawatiran mengenai regulasi yang lebih ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI), menyusul kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) di AS, mendorong para pedagang untuk melepas saham-saham teknologi dan beralih ke aset aman (safe-haven) seperti obligasi pemerintah AS (Treasury) dan yen Jepang.
Harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD4.089,12 per ons. Sementara harga emas berjangka menguat 0,6 persen menjadi USD4.097,90 per ons.
Sehari setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu AS, yang menghilangkan sebagian besar ketidakpastian di pasar, perhatian kini beralih pada potensi dampak politik dari hasil tersebut.
Dengan Partai Demokrat yang kini menguasai kedua kamar di Kongres, muncul kekhawatiran bahwa partai tersebut mungkin akan menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap sistem AI dan berupaya memperlambat penyebaran pusat data (data center) berskala masif.





Komentar (0)