Panglima TNI Jelaskan Soal Pengerahan Pasukan ke Jakarta: Siaga Dalam Rangka Mempertahankan NKRI

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Panglima TNI Jelaskan Soal Pengerahan Pasukan ke Jakarta: Siaga Dalam Rangka Mempertahankan NKRINasional | sindonews | Jum'at, 6 November 2026 - 09:59

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan pengerahan pasukan TNI ke wilayah Jakarta. Agus mengatakan, pengerahan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam rangka mempertahankan kedaulatan negara dari berbagai ancaman.

"Di dalam internal TNI kita menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan untuk dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman," kata Agus, dikutip Jumat (6/11/2026).

Baca juga: Pengerahan Pasukan ke Jakarta, TNI AL: Jaga Stabilitas Keamanan hingga Persiapan Latihan Militer

Agus menerangkan, terdapat dua jenis ancaman yang menjadi perhatian TNI, yakni ancaman alam dan ancaman buatan manusia. Ancaman alam berkaitan dengan bencana, sedangkan ancaman buatan manusia meliputi berbagai gangguan keamanan.

"Ancaman itu ada dua, ancaman alam dan buatan, alam yang tadi saya sampaikan ada bencana alam, banjir, kebakaran hutan, tsunami dan sebagainya. Ancaman kedua buatan manusia yaitu konflik sosial, teroris, fanatisme, makar dan sebagainya," tuturnya.

Baca Juga:Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Muntahkan Kolom Abu Vulkanik Setinggi 600 Meter

Agus menjelaskan, TNI memiliki tiga tingkatan status siaga yang biasa diberlakukan di lingkungan internal, yakni Siaga 3, Siaga 2, dan Siaga 1. Meski demikian, Agus tidak merinci tingkatan status siaga yang diterapkan dalam pengerahan personel ke Jakarta.

Baca juga: Soal Pengerahan Personel ke Jakarta, TNI AD: Harus Selalu Siap

Menurut Agus, Siaga 3 diberlakukan ketika situasi dalam keadaan aman. Dalam kondisi tersebut, personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tetap berada di satuan masing-masing untuk melaksanakan kegiatan rutin dan latihan. Namun, prajurit tidak diperbolehkan keluar dari satuan.

Sementara itu, Siaga 2 diberlakukan ketika situasi dalam keadaan waspada. Pada tingkatan ini, setengah hingga tiga per empat kekuatan personel dan alutsista telah ditempatkan di pos masing-masing. Prajurit juga tidak diperbolehkan keluar dari ksatrian.Adapun Siaga 1 diterapkan ketika eskalasi situasi meningkat. Dalam kondisi tersebut, personel dan alutsista telah disiagakan dan ditempatkan di pos masing-masing.

Baca Juga:Detik-Detik Ledakan di Pakuwon City Surabaya Diduga akibat Tabung Gas LPG 50 Kg

"Itu yang biasanya dilakukan oleh internal TNI. Siaga itu tidak ada waktunya. Jadi lihat situasi sudah kondusif, baru dari Siaga 1, kita kendorkan Siaga 2 dan Siaga 3," terang Agus.

Agus menambahkan, penerapan status siaga untuk menghadapi bencana alam memiliki ketentuan berbeda. Dia menyebut TNI terus memberlakukan Siaga 1 untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim penghujan.

"Kalau untuk siaga bencana, itu saya berlakukan Siaga 1 terus karena ini sudah mulai musim penghujan. Pasti di beberapa wilayah ada yang banjir, kita personel dengan alutsista sudah siap digerakkan," tandasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kontrak Habis, Coach Mochi Berpisah dengan Timnas Wanita Indonesia & Kembali ke Jepang
• 50 menit lalu
0
thumb
OJK Ungkap 191 Kasus Kejahatan Keuangan, Kasus Perbankan Mendominasi
• 7 jam lalu
0
thumb
Didemo dan Diserukan Boikot, Ruben Onsu Unggah Foto Pria Diduga Dalang Aksi
• 3 jam lalu
0
thumb
Cak Imin soal Wacana Hak Angket Gibran: Kita Tunggu DPR dan MPR
• 16 jam lalu
0
thumb
Bantah Tuduhan Pemerasan Rp1,2 Miliar, Silmy Karim: Tak Masuk Akal Saya Pertaruhkan Karier 20 Tahun
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.