Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Masih Ditutup Meski Kebakaran Padam, Ini Alasannya

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, dipastikan telah padam total. Meski demikian, pihak pengelola tidak ingin terburu-buru membuka kembali jalur pendakian bagi masyarakat umum.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya (UPT Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marani, menekankan padamnya kobaran api tidak serta-merta menjadikan area jalur pendakian langsung aman dilintasi. Pihaknya masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari personel di lapangan sebelum mengambil keputusan resmi.

"Kebakaran sudah padam, tetapi teman-teman masih melakukan asesmen di lapangan,” kata Agustiningtyas saat dikonfirmasi, Kamis 5 November 2026.

Baca Juga :

Kebakaran Gunung Arjuno Hanguskan 816 Hektare Hutan

Pihaknya memilih menerjunkan tim untuk menyisir seluruh jalur pendakian. Langkah ini diambil guna memetakan berbagai potensi bahaya serta memastikan keselamatan pendaki pasca-bencana karhutla.

Berdasarkan hasil penyisiran sementara, petugas di lapangan menemukan banyak batang pohon sisa kebakaran yang kondisinya lapuk. Keberadaan vegetasi mati tersebut dinilai sangat rentan roboh dan membahayakan keselamatan para pendaki.

“Beberapa jalur masih rawan karena banyak pohon terbakar. Kami khawatir jika ada pendaki melintas, tiba-tiba pohon tersebut roboh," ujar Agustiningtyas.

Ancaman keselamatan pendaki ternyata tidak hanya berasal dari potensi pohon tumbang di sepanjang rute. Tim penyisir juga fokus mengevaluasi tingkat kestabilan struktur tanah, khususnya di kawasan area ketinggian Gunung Arjuno-Welirang.

Hilangnya vegetasi pendukung akibat musibah kebakaran dikhawatirkan mengikis daya ikat tanah secara signifikan. Kondisi tanah gembur tersebut memicu risiko tinggi terjadinya bencana tanah longsor saat diterpa beban pendaki.

"Di jalur bagian atas, jalurnya tergolong kecil. Kami khawatir jika kondisi tanahnya gembur, bisa bergeser ke bawah atau miring saat dilintasi," jelas Agustiningtyas.


Penanganan kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Dokumentasi/ UPT Tahura Raden Soerjo.


Pengelola Tahura Raden Soerjo menegaskan komitmennya untuk menetapkan faktor keselamatan sebagai prioritas paling utama. Oleh karena itu, skema reschedule atau penjadwalan ulang bagi calon pendaki belum dibuka sejak kawasan ditutup pada 17 Oktober 2026 lalu.

Keputusan resmi pembukaan kembali seluruh jalur pendakian baru akan diumumkan setelah asesmen rampung sepenuhnya. Jika seluruh lintasan dinyatakan benar-benar steril dan aman, aktivitas pendakian baru dipastikan beroperasi normal.

Sementara itu, pihak pengelola memastikan bahwa kebijakan batas kuota harian pendaki tidak mengalami perubahan sama sekali. Skema alokasi tersebut tetap terbagi ke dalam empat pintu masuk resmi, yakni Sumberbrantas, Tretes, Tambaksari, dan Lawang.

“Jalur Brantas 200 orang per hari, Tretes 150, Tambaksari 150 dan Lawang 50 orang per haro,” beber Agustiningtyas.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ketegangan Debat Refly Harun-JPU Soal Interupsi Saat Jokowi Bersaksi | KOMPAS PETANG
• 18 jam lalu
0
thumb
Korut Kembali Meluncurkan Rudal Setelah Jeda 4 Hari, Diduga untuk Menguji Senjata yang Akan Dipasok ke Rusia
• 4 jam lalu
0
thumb
Skandal Penyadapan Dorong Pembahasan RUU Penyadapan
• 22 jam lalu
0
thumb
Wakil Wali Kota Tangerang: Keterbukaan Informasi Publik Kunci Partisipasi Masyarakat
• 14 jam lalu
0
thumb
Pin atau Fingerprint: Metode Keamanan HP Manakah yang Paling Aman?-Melek Teknologi
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.