Airlangga Hartarto Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian menjelaskan alasan peserta Program Magang Nasional atau MagangHub masuk dalam kategori penduduk bekerja. Menurutnya, peserta magang memenuhi kriteria tersebut karena menjalankan aktivitas kerja dan menerima gaji selama enam bulan.
“Sesuai dengan kriteria, mereka (peserta MagangHub) bekerja selama enam bulan,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026), dilansir Antara.
Airlangga mengatakan, program tersebut juga memberikan peluang bagi peserta untuk melanjutkan pekerjaan setelah masa magang berakhir.
Menurutnya, sekitar 40 persen peserta MagangHub kembali bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani program magang. Sementara peserta lainnya mencari peluang kerja di perusahaan berbeda.
“Sesudah enam bulan, sebagian, 40 persen kerja di tempat yang sama dan sisanya nanti mereka mencari pekerjaan yang berbeda,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia yang bekerja mencapai 147,99 juta orang pada Agustus 2026. Angka tersebut bertambah sekitar 1,44 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
M. Edy Mahmud Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS mengatakan, peningkatan jumlah penduduk bekerja sejalan dengan bertambahnya angkatan kerja dalam setahun terakhir.
“Kemudian dari angkatan kerja tersebut sebanyak 147,99 juta orang diantaranya berstatus bekerja. Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 1,44 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2025,” jelas Edy.
BPS mencatat total angkatan kerja pada Agustus 2026 mencapai 155,37 juta orang, meningkat 1,36 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,99 juta orang berstatus bekerja, sedangkan 7,38 juta orang lainnya masih menganggur. Jumlah pengangguran tersebut turun sekitar 77 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 28,20 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,86 persen serta industri sebesar 13,75 persen.
Meski jumlah penduduk bekerja meningkat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami penurunan.
“TPAK pada Agustus 2026 sebesar 70,33 persen atau lebih rendah jika dibandingkan kondisi Agustus tahun 2025 yang mencapai 70,59 persen,” ujar Edy.
Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki tercatat 84,16 persen, sedangkan perempuan sebesar 56,37 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 mencapai 4,75 persen, turun 0,09 poin persentase dibandingkan Agustus 2025.
“Pada bulan Agustus 2026 terdapat sebanyak 7,38 juta penganggur atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,75 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun 2025,” pungkas Edy. (ant/bil/ipg)





Komentar (0)