Asuncion: Presiden Paraguay Santiago Pena mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis 5 November 2026 setelah sebuah bank besar yang memiliki hubungan erat dengan pemerintahannya bangkrut.
Dalam sebuah pernyataan video yang diunggah secara daring pada pukul 13.16, Presiden Santiago Pena -,seorang ekonom beraliran konservatif,-menyatakan bahwa ia mengundurkan diri demi menjaga stabilitas. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai “salah satu momen tersulit dalam hidup saya.”
“Saya ingin meminta maaf kepada rakyat jika saya pernah mengecewakan Anda,” ujar Pena, seperti dikutip dari The New York Times, Jumat 6 November 2026.
Pena saat itu tengah menghadapi pemungutan suara untuk pemakzulan di majelis rendah Kongres terkait kegagalan bank tersebut, sebuah tindakan yang oleh para anggota parlemen disebut sebagai “pengabaian tugas secara sistematis.”
“Tidak pernah ada niat saya untuk mengkhianati kepercayaan yang telah Anda berikan kepada saya,” kata Pena.
Beberapa menit setelah pengumumannya, para anggota parlemen dengan suara bulat memutuskan untuk melanjutkan proses pemakzulan.
Kejatuhan dramatis Pena, 47 tahun, yang terpilih pada 2023, telah menyeret negara di Amerika Selatan yang dikenal sebagai sekutu setia pemerintahan Trump ini ke dalam ketidakpastian politik yang mendalam.
Situasi ini juga dikhawatirkan akan membuat para investor menjauh dari negara yang tergolong miskin dan dilanda korupsi tersebut, padahal negara itu baru saja menuai pujian berkat berbagai reformasi yang dilakukannya. Ekonominya sempat tumbuh sebesar 6,6 persen pada 2025, angka pertumbuhan tercepat di Amerika Latin setelah Guyana yang kaya akan minyak.
Bank yang menjadi pusat skandal ini, Ueno, diambil alih oleh Bank Sentral Paraguay pada Selasa pagi setelah regulator menyatakan bank tersebut tidak lagi mampu memenuhi kewajiban keuangannya (insolven). Jutaan warga Paraguay pun mendapati bahwa mereka tidak lagi bisa menarik uang tunai, melakukan pembayaran digital, atau menggunakan kartu bank untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
“Saya terbangun pada hari Selasa tanpa bisa melakukan apa pun, bahkan tidak memegang satu peso pun,” ujar Benicia Sosa, 56 tahun, yang turut hadir dalam aksi protes di depan gedung Kongres pada Rabu malam.
“Hati saya hancur,” kata Sosa, seorang pekerja rumah tangga asal Luque, sebuah kota di pinggiran ibu kota Asunción.
Ia menuturkan bahwa suami dan kedelapan anaknya juga tidak dapat mengakses rekening Ueno mereka.
“Kami tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi,” ungkap Sosa.
“Kami tidak bisa hidup hanya dengan air. Kami punya anak, kami punya cucu. Kami semua bergantung pada bank ini,” imbuh Sosa.
Ia mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan penawaran dari Ueno yang memberikan cashback hingga 40 persen bagi pemegang kartu saat berbelanja di supermarket.
Ia juga mengaku menyesal telah memilih Pena, yang sempat berjanji untuk membangun perekonomian dan menciptakan setengah juta lapangan kerja.
“Saya bodoh. Perekonomian sedang hancur lebur,” ujarnya, sebelum kembali bergabung dalam aksi unjuk rasa menuju istana kepresidenan.
Sebelumnya pada hari Kamis, kantor jaksa agung menyatakan sedang mengevaluasi pengaduan pidana resmi terhadap sang presiden yang diajukan oleh sejumlah anggota parlemen.
Dalam beberapa dekade, Ueno berkembang dari asal-usulnya sebagai pemberi pinjaman uang di sebuah pasar kumuh di Asunción, menjadi aplikasi perbankan yang ramah bagi kaum muda sekaligus pemain keuangan besar—yang terkadang disandingkan dengan Revolut atau Nubank. Namun, pihak-pihak yang skeptis sejak lama menduga bahwa kesuksesan pesat ini dimungkinkan berkat penggunaan dana publik serta koneksi dengan kalangan atas.
Saat Pena menjabat pada Agustus 2023, ia menunjuk mantan presiden Ueno, Carlos Carvallo, untuk memimpin Bank Sentral. Beberapa bulan kemudian, Bank Sentral memberikan izin kepada Ueno untuk beroperasi secara resmi sebagai bank konvensional dengan kantor fisik.
Carvallo sendiri mengundurkan diri pada hari Selasa.
Hingga akhir Oktober, Ueno—yang namanya tidak ditulis dengan huruf kapital dalam dokumen perusahaan dan secara kasar berarti “baik”—menyatakan memiliki sekitar 2,9 juta nasabah. Perusahaan ini juga mengelola dana pemerintah senilai lebih dari USD800 juta, termasuk sekitar 10 persen dari dana pensiun publik.
Ueno menjadi sponsor tim nasional sepak bola Paraguay serta puluhan bisnis dan merek lainnya. Sebuah perusahaan afiliasi, Itti, berkembang hingga memegang puluhan kontrak negara yang melibatkan data warga.





Komentar (0)