Harga Minyak Brent Kembali Tembus USD98, Serangan Kapal Tanker Picu Kekhawatiran Pasokan

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (5/11/2026).

Harga Minyak Brent Kembali Tembus USD98, Serangan Kapal Tanker Picu Kekhawatiran Pasokan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (5/11/2026).

Penguatan terjadi setelah serangan baru terhadap kapal tanker memicu kekhawatiran pasokan, di tengah ketidakpastian investor terhadap perkembangan perang AS-Israel dengan Iran.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Indeks Nasdaq Turun 5,5 Persen

Harga minyak mentah Brent ditutup menguat 3,88 persen menjadi USD98,29 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,72 persen ke USD90,52 per barel.

Kenaikan tersebut membalikkan pergerakan pada perdagangan Rabu (4/11), ketika kedua acuan minyak dunia itu anjlok lebih dari 8 persen dan mencatatkan harga penutupan terendah sejak 31 Agustus.

Baca Juga:
Menambang Cuan Dividen dari Sektor Komoditas, Saham Ini Jadi Sorotan

Dalam catatannya pada Kamis, Gelber and Associates menilai, sebagaimana dikutip Reuters, penguatan harga minyak mencerminkan sikap hati-hati pasar dalam memperhitungkan normalisasi arus pasokan minyak.

Pemulihan distribusi dinilai belum bisa berlangsung cepat sebelum kemajuan diplomasi benar-benar menjamin kelancaran pengiriman dan distribusi minyak.

Baca Juga:
Lo Kheng Hong Beberkan Tiga Sektor Saham Paling Menarik Saat Ini, Apa Saja?

Presiden Lipow Oil Associates Andy Lipow mengatakan, laporan mengenai kapal tanker yang menabrak ranjau di kawasan Timur Tengah atau menjadi sasaran serangan pesawat nirawak (drone) masih menjadi sumber kekhawatiran pasar minyak.

Investor juga mencermati sikap Iran yang belum berubah terkait negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk masih berlangsung mendekati rekor tertinggi. Sedikitnya lima kapal melaporkan insiden sejak Minggu (2/11).

Intensitas tersebut mendekati kondisi pada Oktober, ketika UKMTO mencatat 35 kapal menjadi sasaran serangan. Jumlah itu menjadi yang tertinggi dalam satu bulan sejak perang berlangsung.

Perang dengan Iran yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump bersama Israel pada Februari lalu telah mendorong lonjakan tajam harga bahan bakar.

Kenaikan biaya energi juga menjadi salah satu keluhan utama pemilih AS dalam pemilu sela (midterm elections).

Dalam pemilu yang berlangsung Selasa (3/11), Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali kedua kamar Kongres AS setelah mengalahkan Partai Republik yang dipimpin Trump.

Kongres baru dengan dominasi Demokrat tersebut mulai bertugas pada Januari mendatang.

Citi dalam catatan risetnya menyoroti kekhawatiran bahwa setelah pemilu sela berakhir, Gedung Putih dapat lebih memusatkan perhatian pada penggunaan kewenangan eksekutif dalam kebijakan luar negeri.

Langkah tersebut berpotensi membuka ruang bagi eskalasi lebih lanjut dalam perang dengan Iran. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolri Tegaskan Pengusutan Penyadapan Presiden Tak Terkait Isu Persaingan Internal
• 3 jam lalu
0
thumb
Sehari Setelah Pemilu, Kongres AS Berencana Makzulkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth
• 19 jam lalu
0
thumb
Sisa makanan yang sebaiknya tidak disimpan dalam waktu lama
• 11 jam lalu
0
thumb
Jokowi Sentil Roy Suryo saat Sidang di PN Jakarta Timur soal Ijazah: Sudah Diperlihatkan, Masa Diuji Lagi?
• 6 jam lalu
0
thumb
Anak 20 Bulan Suka Menungging, Ini Penjelasan Dokter soal Perilaku Tersebut
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.