Beredar Isu Penyadapan Puluhan Tokoh Nasional, Bareskrim: Jangan Mudah Percaya 

okezone.com
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mempercayai informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Imbauan ini dikeluarkan menyusul maraknya peredaran daftar nama fiktif atau belum terverifikasi terkait dugaan penyadapan ilegal.

Dalam isu yang beredar luas tersebut, muncul daftar berisi sekitar 43 hingga 64 nama tokoh publik dari berbagai kalangan—mulai dari Presiden, pejabat negara, mantan presiden dan wakil presiden, pimpinan partai politik, tokoh ormas, aktivis, pakar, hingga pengusaha dan insan pers—yang diklaim menjadi target penyadapan ilegal yang menyeret nama mantan Kapolri Listyo Sigit cs serta sejumlah perwira tinggi Polri lainnya.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Suhermanto, menegaskan agar masyarakat lebih bijak dan kritis dalam menyaring rumor yang beredar di ruang digital.

Baca Juga :
Breaking News! Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo

"Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa di media sosial banyak beredar informasi yang belum tentu benar. Maka, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tentu benar informasinya," ujar Brigjen Pol. Suhermanto kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan terus memantau dan memberikan pembaruan secara transparan mengenai penanganan perkara tersebut.

"Demikian yang perlu kami sampaikan, mudah-mudahan informasi perkembangan penyidikan yang kami sampaikan bisa memberikan manfaat buat kita semua. Terima kasih," tutur Brigjen Pol. Suhermanto.

Baca Juga :
Namanya Masuk Daftar Penyadapan Jenderal Listyo Cs, Hercules: Aku Makin Hebat Saja

Polri mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi dan mengecek kebenaran isu melalui saluran informasi resmi pemerintah maupun kepolisian guna mencegah penyebaran disinformasi di tengah publik.

(Rahman Asmardika)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jelang Keputusan MSCI, Rupiah Diproyeksi Tembus Rp 18.000
• 14 jam lalu
0
thumb
Contoh Proposal Bisnis Plan Mahasiswa dan Cara Membuatnya
• 16 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yong Harap The Jakmania Fokus Dukung Persija Jakarta tanpa Kekerasan
• 6 jam lalu
0
thumb
Paris targetkan penambahan 1.000 petugas kepolisian demi amankan kota
• 2 jam lalu
0
thumb
Pria Tewas Terborgol, Polisi: Motif Karena Salah Satu Tersangka Sakit Hati | BERITA UTAMA
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.