jpnn.com, JAKARTA -
Wakil Sekretaris Jenderal Komunitas Beyond Profesional (BEPRO) Pangeran Mangkubumi angkat bicara soal kabar yang menyebutkan jika Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad akan menggantikan posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
BACA JUGA: Link Live Streaming Garudayaksa FC vs Persib Bandung: Misi Bangkit Pangeran Biru
Pangeran menegaskan kabar tersebut merupakan hoaks atau kabar bohong yang kemungkinan direkayasa untuk menggiring opini serta sentimen publik di tengah upaya penyidikan menelusuri skandal penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya.
Bagi Pangeran, Publik wajib mengawal dan berhak mendapat kepastian tentang siapa sebenarnya pihak yang paling bertanggung jawab atas tindakan illegal yang telah menggemparkan panggung kehidupan berbangsa dan bernegara.
BACA JUGA: Diteror Antek Iran, Pangeran MBS Tak Berani Jauh-Jauh dari Bunker Persembunyian
"Jangan sampai fokus publik dialihkan dengan berita hoax tersebut. Publik berhak menuntut transparasi dan akuntabilitas para penyidik hingga menemukan siapa aktor utamanya” ujar Pangeran.
Sebagai seorang praktisi hukum, Pangeran menyebut kasus penyadapan ini masuk dalam kategori ancaman keamanan nasional berdasarkan teori dari Prof. Juwono Sudarsono.
BACA JUGA: Persib Bandung Sudah Pelajari Port FC, Luka Menalo Ungkap Modal Pangeran Biru
"Tentu kasus ini mengancam keamanan nasional, Prof. Juwono Sudarsono mengategorikannya ke dalam 4 aspek, yakni ancaman terhadap pertahanan negara, kemanan negara, keamanan publik dan keamanan insani” ujar Pangeran.
Oleh karena itu, Pangeran mendorong agar kasus ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk segera membentuk regulasi perlindungan data pribadi yang lebih ketat lagi dalam konteks cybersecurity.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari





Komentar (0)