BEI Kaji Metodologi Baru Saham HSC, Daftar 82 Saham yang Dikeluarkan dari IHSG Berpotensi Berubah

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji metodologi baru untuk menentukan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, yang berpotensi mengubah daftar saham yang dikecualikan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kajian yang dilakukan Komite HSC tersebut membuka peluang penambahan maupun pengurangan jumlah saham dalam kategori HSC setelah proses evaluasi selesai dilaksanakan.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa Komite HSC yang baru dibentuk sedang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai aspek penetapan saham HSC, termasuk metodologi yang selama ini digunakan.

"Mungkin saja bisa ada (penambahan), karena komite yang baru sekarang sedang me-review seluruhnya, termasuk metodologi. Jadi, dengan metodologi yang baru nanti, sangat mungkin akan ada penambahan atau pengurangan atau perubahan jumlah saham yang ada di HSC," kata Jeffrey saat diwawancarai di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11).

Menurut Jeffrey, pembahasan mengenai perubahan metodologi dan komposisi saham HSC masih berlangsung di tingkat komite sehingga belum terdapat keputusan akhir yang dapat diumumkan kepada publik.

"Itu sedang dibahas oleh Komite (HSC), nanti akan disampaikan," kata Jeffrey.

Selain mengkaji metodologi baru, Komite HSC juga akan mengevaluasi kembali saham-saham yang sebelumnya telah masuk kategori HSC dan dikeluarkan dari perhitungan IHSG.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan rekomendasi mengenai daftar saham HSC berdasarkan metodologi yang sedang ditinjau.

"Itu (evaluasi) bagian dari rekomendasi yang akan disampaikan oleh komite nanti," ujar Jeffrey.

Komite HSC Diperluas Jadi Sembilan Anggota, Libatkan Investor Asing

BEI telah memperluas keanggotaan Komite HSC menjadi sembilan orang dengan melibatkan unsur internal dan eksternal untuk memperkuat tata kelola dalam proses penetapan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi.

Komposisi baru tersebut mencakup perwakilan organisasi pengatur mandiri atau Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku industri pasar modal, ahli tata kelola, akademisi, serta investor asing.

Dari sembilan anggota Komite HSC, empat orang berasal dari unsur SRO yang terdiri atas dua direksi BEI, satu direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan satu direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sementara itu, lima anggota lainnya berasal dari unsur eksternal yang memiliki latar belakang dan keahlian berbeda dalam industri pasar modal.

Perwakilan eksternal tersebut meliputi pelaku industri pasar modal, ahli tata kelola, akademisi, dan investor asing yang diharapkan dapat memberikan perspektif lebih luas dalam pembahasan metodologi saham HSC.

Dari unsur pelaku industri pasar modal, terdapat Direktur Utama Mandiri Sekuritas Alex Widi dan Direktur Utama UBS Sekuritas Joshua Arief Tanja yang bergabung dalam Komite HSC.

Sebelum perluasan keanggotaan dilakukan, Komite HSC hanya terdiri atas perwakilan SRO tanpa melibatkan unsur eksternal.

Penambahan anggota dari kalangan eksternal menjadi bagian dari langkah BEI untuk memperkuat proses evaluasi dan pengambilan keputusan mengenai saham yang masuk maupun keluar dari kategori HSC.

Sebanyak 82 Saham HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG Sejak 2 November 2026

Sebelumnya, BEI mulai menerapkan kebijakan pengecualian saham berkategori HSC dari perhitungan IHSG pada Senin, 2 November 2026.

Dalam penerapan kebijakan tersebut, sekitar 82 saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi dikeluarkan dari komponen perhitungan indeks utama pasar saham Indonesia.

Meski demikian, pengecualian dari perhitungan IHSG tidak berarti saham-saham tersebut dihapus dari pencatatan bursa atau mengalami delisting.

Seluruh saham yang masuk kategori HSC tetap tercatat di BEI dan dapat diperdagangkan oleh investor sebagaimana saham lainnya.

Perubahan hanya berlaku pada mekanisme perhitungan indeks, yakni pergerakan harga saham yang dikecualikan tidak lagi memengaruhi pergerakan IHSG.

Dengan demikian, investor masih dapat melakukan transaksi jual beli saham HSC meskipun perubahan harga saham tersebut tidak lagi menjadi bagian dari perhitungan indeks.

Sebelum kebijakan pengecualian diberlakukan, saham-saham berkategori HSC memiliki bobot sekitar 18 persen dalam perhitungan IHSG.

Setelah sekitar 82 saham tersebut dikeluarkan dari perhitungan indeks, bobot sebesar 18 persen yang sebelumnya berasal dari saham HSC dialokasikan kembali kepada konstituen IHSG lainnya.

Pengalokasian ulang bobot tersebut menyebabkan penyesuaian komposisi perhitungan IHSG karena kontribusi saham yang dikecualikan dialihkan kepada saham-saham lain yang tetap menjadi konstituen indeks.

Metodologi Baru Berpotensi Mengubah Komposisi Saham dalam IHSG

Kajian metodologi baru yang sedang dilakukan Komite HSC berpotensi memengaruhi daftar saham yang dikecualikan dari perhitungan IHSG apabila hasil evaluasi menghasilkan perubahan kategori saham HSC.

Perubahan tersebut dapat berupa penambahan emiten baru ke dalam daftar HSC maupun pengurangan saham yang sebelumnya telah masuk kategori tersebut.

Meski demikian, BEI belum mengumumkan jumlah saham yang berpotensi ditambahkan atau dikeluarkan dari kategori HSC.

BEI juga belum menyampaikan jadwal penerapan metodologi baru karena keputusan masih menunggu hasil pembahasan dan rekomendasi resmi Komite HSC.

Dengan diperluasnya keanggotaan komite menjadi sembilan orang, proses evaluasi diharapkan dapat melibatkan lebih banyak perspektif dari pelaku industri, akademisi, ahli tata kelola, dan investor asing.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BEI memperkuat tata kelola penetapan saham HSC sekaligus memastikan proses evaluasi terhadap komposisi IHSG dilakukan melalui mekanisme yang telah dikaji oleh komite.

Keputusan akhir mengenai perubahan metodologi dan daftar saham HSC akan disampaikan setelah seluruh proses peninjauan serta penyusunan rekomendasi Komite HSC selesai dilakukan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jaksa Tanya Apa Jokowi Pernah Rekonstruksi Wajah, Dijawab: Muka Saya Dari Dulu Seperti Ini
• 7 jam lalu
0
thumb
Kebutuhan Dasar Pengungsi Banjir di Aceh Selatan Dipastikan Terpenuhi
• 20 jam lalu
0
thumb
Terjebak di Grup Neraka ACL Two Persib Malah Jadi Nerakanya
• 19 jam lalu
0
thumb
Respon Anthony Xie Terkait Keputusan Audi Marissa yang Tetap Ingin Cerai
• 15 jam lalu
0
thumb
Hasil AC Milan Vs Ferencvaros: Rossoneri Dipermalukan 10 Pemain di San Siro
• 14 menit lalu
0
Berhasil disimpan.