KP2MI Gandeng UKI Kembangkan Migrant Center untuk Tingkatkan Kompetensi Pekerja Migran di Pasar Global

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggandeng Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia melalui pengembangan Migrant Center guna memperluas peluang kerja di luar negeri.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KP2MI dan UKI di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Kamis.

Kolaborasi ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan nasional dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan maupun institusi di pasar kerja internasional.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi langkah pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing global.

"Kolaborasi ini diarahkan untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan nasional dengan kebutuhan pasar kerja global," kata Mukhtarudin, seperti dikutip dari keterangan pers KP2MI.

KP2MI dan UKI Fokus Tingkatkan Keterampilan serta Sertifikasi Pekerja Migran

Mukhtarudin menjelaskan bahwa kerja sama KP2MI dan UKI mencakup peningkatan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI), pelatihan bahasa asing, sertifikasi profesi, fasilitasi penempatan kerja, serta pelindungan pekerja migran Indonesia.

Pengembangan Migrant Center menjadi salah satu program utama untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja internasional.

Melalui pusat tersebut, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi diharapkan memperoleh akses informasi, pelatihan, pendampingan, serta peluang penempatan kerja di luar negeri.

Peningkatan kompetensi menjadi perhatian utama karena calon pekerja migran perlu memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan sektor pekerjaan dan standar yang berlaku di negara tujuan.

Selain keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing juga diperlukan untuk membantu calon pekerja migran berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.

Sertifikasi profesi turut menjadi bagian penting dalam program tersebut karena dapat digunakan sebagai bukti kompetensi sesuai persyaratan pekerjaan di negara tujuan.

Mukhtarudin menyampaikan bahwa peluang kerja internasional pada berbagai sektor formal masih terbuka luas bagi tenaga kerja Indonesia.

Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja, terutama dalam penguasaan keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, dan kepemilikan sertifikasi profesi.

Pemerintah melalui KP2MI terus mendorong peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia agar tidak lagi didominasi tenaga kerja berkeahlian rendah atau low skill.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan proporsi pekerja migran dengan keterampilan menengah hingga tinggi atau middle-high skill sehingga mampu bersaing di pasar kerja global.

KP2MI Telah Jalin Kerja Sama dengan Lebih dari 40 Perguruan Tinggi

Pengembangan Migrant Center di lingkungan perguruan tinggi merupakan salah satu strategi KP2MI untuk memperluas akses calon pekerja migran terhadap pelatihan dan peluang kerja internasional.

Hingga saat ini, KP2MI telah menjalin kerja sama dengan 12 kementerian dan lembaga serta lebih dari 40 perguruan tinggi melalui pengembangan Migrant Center.

Jaringan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat keterlibatan lembaga pendidikan dan instansi terkait dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten.

Melalui kolaborasi tersebut, KP2MI berupaya memastikan calon pekerja migran memperoleh pembekalan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja negara tujuan.

Kerja sama dengan perguruan tinggi juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pendidikan formal, pelatihan kompetensi, sertifikasi profesi, dan penempatan kerja internasional.

UKI Siapkan Fasilitas Sertifikasi hingga Bantuan Hukum bagi Calon Pekerja Migran

Sementara itu, Rektor Universitas Kristen Indonesia, Prof. Angel Damayanti, menyampaikan bahwa UKI memiliki sejumlah fasilitas untuk mendukung pelaksanaan kerja sama dengan KP2MI.

Fasilitas tersebut meliputi lembaga sertifikasi profesi, pusat bantuan hukum, pusat karier, serta jaringan kerja sama internasional.

Lembaga sertifikasi profesi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengakuan kompetensi lulusan, sedangkan pusat karier berperan membantu mahasiswa dan alumni memperoleh informasi mengenai peluang kerja di luar negeri.

Pusat bantuan hukum juga dapat mendukung pemberian informasi dan pendampingan terkait aspek hukum serta pelindungan calon pekerja migran Indonesia.

Selain memiliki fasilitas pendukung, UKI telah berpengalaman mempersiapkan dan mengirimkan lulusan program keperawatan untuk bekerja di sejumlah rumah sakit di Jepang dan Jerman.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal UKI dalam mengembangkan program peningkatan kompetensi dan memperluas akses kerja internasional melalui Migrant Center.

Angel berharap keberadaan Migrant Center dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan lulusan UKI yang ingin mengembangkan karier di luar negeri.

Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dan alumni diharapkan memperoleh informasi mengenai peluang kerja internasional, pendampingan persiapan, serta akses terhadap jalur penempatan kerja yang aman dan terarah.

Kerja sama KP2MI dan UKI diharapkan mampu memperluas kesempatan lulusan perguruan tinggi memasuki pasar kerja global dengan bekal keterampilan, penguasaan bahasa asing, dan sertifikasi profesi yang sesuai.

Pengembangan Migrant Center di UKI sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran Indonesia serta memperkuat sistem penempatan dan pelindungan tenaga kerja di luar negeri.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gol Madueke dan Gyokeres Bawa Arsenal Menang 2-1 atas Slavia Praha
• 16 jam lalu
0
thumb
TNI Mempertebal Keamanan Jakarta, Personel & Alutsista Siaga
• 3 jam lalu
0
thumb
Pemprov Sumut Gandeng USU Rumuskan Solusi Pembangunan di Tengah Penurunan Anggaran 2027
• 4 jam lalu
0
thumb
Polisi Selidiki Bocah SD di Kendal Diduga Kena Peluru Nyasar saat Main di Mako Brimob
• 21 jam lalu
0
thumb
Yusril Ungkap Mantan Presiden Juga Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan Prabowo Jika Terlibat
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.