Grid.ID - Peran sebagai ibu dari dua anak perempuan dalam film Desember Jani ternyata membuat Sigi Wimala menemukan kemiripan antara dirinya dan karakter yang ia mainkan.
Saat menyaksikan trailer film tersebut, Sigi merasa karakternya sebagai Wini, mulai dari sikap hingga caranya menjadi orang tua cukup dekat dengan kesehariannya, terutama ketika berhadapan dengan kedua anaknya di dunia nyata.
Sigi mengaku sempat merasa malu sekaligus tertawa ketika melihat kembali adegan-adegan yang ditampilkan dalam trailer. Ia bahkan menyadari bahwa gaya bicaranya kepada anak-anak mungkin tidak jauh berbeda dengan karakter yang diperankannya.
“Pertama mungkin setelah melihat trailer-nya, secara pribadi aku ngerasa, ‘Aduh… aku kayak gitu ya?’ jadi kayak loh aku ya ini,” ungkap Sigi ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/11/2026).
Sebagai seorang ibu dengan dua anak perempuan, Sigi merasa cukup mudah memahami karakter Wini. Beberapa kebiasaan dan cara Wini berinteraksi dengan anak-anaknya terasa dekat dengan pengalaman pribadinya.
Ia pun menjadikan film tersebut sebagai pengingat untuk lebih memperhatikan cara berkomunikasi dengan anak. Sigi menyadari bahwa nada bicara yang digunakan orang tua terkadang bisa memberikan kesan tersendiri bagi anak-anak.
“Karena aku yakin di kehidupan nyata aku mungkin nada aku ke anak-anak tuh seperti itu dan itu menjadi reminder untuk aku, aku mesti lebih halus lagi ya, jadi semoga aku jadi orang tua lebih baik lagi ke depannya” lanjut Sigi.
Bagi Sigi, pengalaman terlibat dalam Desember Jani bukan hanya soal memerankan sebuah karakter. Film tersebut juga memberinya kesempatan untuk melihat kembali hubungan dalam keluarganya sendiri.
Ia merasa terkadang seseorang perlu melihat kehidupan keluarga lain untuk bisa memahami kondisi keluarganya. Dengan begitu, ada banyak hal yang sebelumnya tidak disadari justru bisa terlihat lebih jelas.
“Sebenernya dari film ini aku seperti bercermin, kadang kita harus melihat apa ya, keluarga lain, kita harus ngintip keluarga lain untuk bisa ngelihat keluarga kita sendiri, gitu. Bercermin kan jatuhnya ya,” tuturnya.
Sigi berharap pengalaman tersebut juga bisa dirasakan oleh penonton ketika menyaksikan film ini di bioskop. Ia ingin setiap keluarga yang menonton bisa menemukan sesuatu yang dapat dibawa pulang dan menjadi bahan pembicaraan bersama.
Menurutnya, cerita yang dihadirkan dalam film tersebut bisa menjadi media pembelajaran, terutama bagi orang tua dalam memahami anak-anaknya. Hubungan keluarga tidak hanya membutuhkan rasa sayang, tetapi juga komunikasi dan kemauan untuk saling mendengarkan.
Hal tersebut juga menjadi salah satu pesan yang ingin disampaikan melalui cerita Desember Jani. Film ini mengajak penonton melihat hubungan antara ibu, anak, dan nenek dari sudut pandang masing-masing.
Sigi pun berharap film Desember Jani bisa membuka percakapan baru di dalam keluarga setelah nantinya disaksikan penonton. Ia ingin cerita yang ditampilkan tidak berhenti ketika film selesai, tetapi juga memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)